Menyingkirkan Anak Jumpa Yesus

Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan menghalang-halangi mereka! (Markus 10:14)

Renungan Harian
Sabtu, 2 Maret 2019
Sabtu Biasa, Pekan Biasa VII
Bacaan : Sirakh 17 : 1-4.6-8.10-15 ; Markus 10 : 13 - 16

Betapa istimewanya anak-anak bagi Yesus. Dalam injil hari ini, Yesus membiarkan anak-anak datang kepada-Nya, memeluknya, meletakkan tangan atas mereka dan memberkati mereka. Yesus mencintai anak-anak. Yesus marah kepada murid-muridNya yang menghalangi anak-anak datang kepada-Nya.

Hal yang serupa hampir secara tidak sadar dilakukan oleh para orang tua ketika anaknya dibawa ke gereja. Masih banyak orang tua yang melihat anak-anak sebagai pengganggu kekhusukkan orang tuanya berdoa. Daripada anak ribut dalam gereja selama misa, maka anak-anak dititipkan di sekolah minggu; atau membiarkan anaknya berlari-lari dan bermain di gereja sepanjang jam misa yang penting pas berkat, anak saya ada; atau memberi mainan, menyuapi makan atau jajan saat misa berlangsung. Anak-anak tidak pernah menyaksikan bagaimana orang tuanya berdoa ketika misa. Bukankah tindakan itu kurang lebih sama dengan para murid yang berupaya menyingkirkan anak-anak untuk jumpa mendekati Yesus?

Semoga kita sebagai orang tua dan orang dewasa semakin mendekatkan anak-anak untuk berjumpa dengan Yesus dalam setiap kegiatan rohani bukan menyingkirkan mereka. Persis sama seperti ketika ada pendalaman iman di rumah, anak-anak umumnya “dikurung atau disingkirkan”; di kamar untuk belajar saja (alasannya).

Bapa semoga kami membuat anak-anak kami semakin dekat dengan putera-Mu Yesus, semakin terpikat dengan putera-Mu karena di dalam Dia ada berkat istimewa bagi anak-anak.

Penulis : RD David

2 thoughts on “Menyingkirkan Anak Jumpa Yesus

  1. Robert Lokmansuy says:

    Renungan yang mengena setiap orang tua, pertanyaannya mengapa pada saat yg sama juga diadakan sekolah minggu ? Semoga situs ini bukan hanya untuk posting & baca renungan tetapi lebih untuk diskusi kearah yang lebih baik.

    • David Lerebulan says:

      Saudara Robert Yang terkasih
      Keberadaan Sekolah Minggu tentunya untuk membantu keluarga-keluarga dalam hal pendidikan iman. Karena statusnya membantu, maka ini bukan jalan satu-satunya dan utama. Tidak ada keharusan anak untuk diikutsertakan dalam Sekolah Minggu namun hendaknya lebih bijak dalam mendidik anak.
      Sekolah Minggu dibeberapa paroki dilangsungkan setelah misa meskipun jumlah anak yang ikut hanya sedikit karena orang tua enggan menunggui anaknya.
      Beberapa orang tua memberikan anaknya kesempatan Sekolah Minggu namun tidak setiap minggu agar anak masih bisa dapat keduanya.
      Beberapa pula membina anaknya dengan Sekolah Minggu tetapi sabtu atau minggu sore tetap ke gereja lagi untuk misa.
      Silakan dipahami dengan bijaksana kehadiran Sekolah Minggu dan peran orang tua dalam pembinaan iman anak-anaknya.

      Salam sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.