Meneguhkan Persaudaraan dan Semangat Panggilan Melalui Temu Imam Unio Keuskupan Bogor

KEUSKUPANBOGOR.ORG – Temu Imam Unio Keuskupan Bogor kembali diselenggarakan pada tanggal 24–25 Februari 2026 di Villa Bukit Pancawati, Caringin. Pertemuan rutin para Imam Diosesan Keuskupan Bogor ini menjadi momen berharga untuk mempererat persaudaraan antar para Imam, memperdalam refleksi, serta meneguhkan kembali semangat panggilan di tengah dinamika pelayanan yang terus berkembang.


Sebagai bagian dari kehidupan presbiterium, pertemuan ini menjadi ruang perjumpaan yang menghadirkan wajah-wajah saudara seperjalanan dalam karya pastoral. Di tengah kesibukan pelayanan di berbagai paroki dan stasi, kegiatan ini adalah kesempatan untuk duduk bersama, berbagi pengalaman, dan saling mendengarkan.


Selama dua hari, para Imam diajak untuk berhenti sejenak dari ritme pelayanan yang padat. Suasana Villa Bukit Pancawati yang tenang dan sejuk mendukung terciptanya ruang refleksi yang mendalam. Dalam kebersamaan itu, para Imam saling berbagi dinamika pastoral, tantangan pelayanan, serta harapan mereka.


Sukacita Kebersamaan


Hari pertama, Selasa 24 Februari 2026, diawali dengan olahraga bersama. Dalam suasana sore nan sejuk di kawasan Caringin, para Imam membangun kebersamaan melalui aktivitas fisik yang sederhana namun penuh makna. Momen ini tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga mempererat relasi persaudaraan lebih akrab.


Setelah olahraga bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi bersama. Dalam sesi ini, para Imam diajak untuk merefleksikan persaudaraan Imam Unio bersama RD Yustinus Hilman Pujiatmoko dari Keuskupan Bandung.


Dalam kesempatan ini, beliau menceritakan tentang perjalanan panggilan imamatnya selama 25 tahun serta relasinya dengan Imam serta Uskup. Perjalanan tersebut memang tidak mudah, penuh dengan pergulatan dan lika-liku. Namun, Pastor Paroki Bunda Maria, Cirebon menyampaikan bahwa Tuhan senantiasa menyertai perjalanannya selalu.


Ruang Refleksi Bersama


Memasuki hari kedua, Rabu, 25 Februari 2026, kegiatan dimulai sejak pagi dengan senam bersama, dilanjutkan sarapan.

Setelah itu, para Imam berbagi refleksi dalam Varia Unio. Kegiatan Temu Imam Unio ini menjadi ruang rehat sekaligus ruang pembaruan. Di tengah dinamika pelayanan yang tidak selalu mudah, perjumpaan ini menjadi tanda bahwa para Imam tidak berjalan sendiri karena ada persaudaraan yang menopang, dan ada Gereja yang berjalan bersama.


Seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi. Melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan ini, diharapkan para Imam semakin dikuatkan untuk melanjutkan pelayanan dengan hati yang penuh sukacita dan kesetiaan. Persaudaraan yang terjalin menjadi sumber daya rohani yang penting, agar setiap Imam dapat kembali ke tempat perutusannya dengan semangat yang diperbarui dan harapan yang diteguhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Enable Notifications OK No thanks