Bahagialah dalam Ukuran Allah Bukan dalam Ukuran Dunia

Renungan Harian
Kamis, 21 Maret 2019
Pekan Prapaskah II
Bacaan : Yer 17:5-10, Luk 16:19-31

Setiap kita pasti ingin hidup bahagia, baik lahiriah atau batiniah. Tidak jarang kita bekerja keras untuk menumpuk harta. Kita sering beranggapan bahwa masa muda itu masa kerja biar kaya, masa tua masa nikmati kekayaan untuk berfoya-foya dan pesta, lalu kelak kalau mati bisa masuk surga.

Kita sering beranggapan bahwa harta menjamin kebahagiaan kita. Namun, nyatanya tidaklah demikian. Tuhan memberi kita kecukupan harta duniawi, bahkan berlebihan. Itu dimaksudkan tidak untuk kepuasan diri sendiri, tetapi sebagai sarana untuk melatih berbagi dan peduli terhadap orang lain.

Rancangan hidup bahagia tidak saja di dunia, tetapi juga kelak di sorga. Harta duniawi hanya untuk pemenuhan dan bahagia kita selama hidup di dunia. Di kala mati, harta dunia tak dibawa. Lalu, bagaimana bahagia sorgawi bisa terwujudkan?

Injil hari ini mengajak kita untuk refleksi atas peringatan Abraham terhadap orang kaya yang selama hidupnya dalam kemewahan duniawi dan tak ada peduli atau perhatian terhadap orang papa. Kita diingatkan bahwa seberapa pun harta, rejeki yang Tuhan berikan kepada kita, hendaknya kita bagikan kepada orang miskin. Di masa Prapaskah ini, adakah sudah menyisihkan bagian rejeki anda untuk sesama yang miskin dan menderita?

Ya Tuhan, ajarilah aku peduli terhadap sesama yang menderita dan miskin. Amin
(Penulis : Antoni Purbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.