Kesombongan Rohani itu Fatal

Iman (kedekatan dengan Allah) selayaknya membawa manusia semakin rendah hati bukan dipakai untuk mengagungkan diri dan menghakimi hidup orang lain.

RD David
Renungan Harian 
Sabtu, 30 Maret 2019
Pekan Prapaskah IV
Bacaan : Hosea 6: 1-6; Mazmur 51:3-4.18-19.20-21ab; Lukas 18:9-14

“Jika surga belum pasti untukku, untuk apa aku mengurusi nerakamu”. Cukilan kalimat tersebut terdapat dalam sebuah film ” Ave Maryam” yang diperankan oleh Maudy Koesnaedi. Kalimat ini begitu dalam maknanya. Secara tidak sadar hidup iman kita kadang digunakan sebagai penghakiman bagi hidup orang lain. Kesombongan rohani acap menjadi penyakit iman yang membuat diri semakin angkuh karena merasa yang paling kudus daripada yang lainnya. Atribut iman (agama) yang digunakan bukan jaminan kerendahan hati iman seseorang.

Dalam injil hari ini begitu jelas kehidupan beriman (doa) dua tokoh yang digambarkan. Seorang pemungut cukai datang dalam penyesalan karena dosa-dosanya lebih terhormat daripada seorang religius yang datang ke Bait Allah dengan kesombongannya. Gunakanlah iman dan agama untuk mengoreksi diri sendiri. Bila kita sibuk mengoreksi diri kita sendiri, kita tidak akan punya waktu untuk mengoreksi hidup orang lain.

Tuhan ajarlah aku untuk mengimani Engkau dengan rendah hati.

RD David

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.