Panggilan Menjadi Murid

  • Senin 13 Januari 2020
  • Pekan Biasa I
  • Bacaan I :  1 Sam 1: 1-18
  • Bacaan Injil : Mrk 1: 14-20

Bagi kita yang pernah merasakan bangku sekolah pastilah kita pernah merasakan saat-saat akhir di mana hari kelulusan tiba. Ketika hari kelulusan itu tiba kita menganggap hal itu menjadi akhir dari perjuangan kita di bangku sekolah padahal hal ini adalah awal baru bagi kita untuk memulai sesuatu yang baru. Dan untuk memulai sesuatu yang baru itu kita pun harus pergi dan meninggalkan sekolah atau kampus tempat kita mencari ilmu.

Bacaan hari ini menceritakan kisah tentang panggilan murid-murid pertama Yesus yaitu Simon, Andreas, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes. Ketika dipanggil, Simon dan Andreas langsung mengikuti Yesus dan meninggalkan jala mereka. Yakobus dan Yohanes pun demikian meninggalkan Ayah mereka dan mengikuti Yesus. Kesamaan mereka adalah berprofesi sebagai penjala ikan, namun Yesus memanggil mereka untuk menjala manusia. Dalam hal ini, mereka dianggap lulus sebagai penjala ikan namun bukanlah akhir dari segalanya. Kelulusan itu menjadi awal untuk menjadi penjala manusia yang membawa manusia untuk bertobat dan menerima Yesus sebagai Mesias yang akan datang.

Panggilan Allah tidak harus melalui sesuatu yang besar. Panggilan itu dapat terjadi melalui hal-hal sederhana, bahkan dapat kita rasakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Contohnya, dalam Hidup berkeluarga atau sebuah persahabatan, seseorang dapat mengalami panggilan Tuhan untuk membawa sesama sampai pada pertobatan. Panggilan Allah itu dimulai dari diri sendiri, menyadari kehadiran Allah, dan dengan iman yang teguh mewartakan hal Kerajaan Allah dalam tindakan kita sehari-hari. 

Dari kesaksian hidup tersebut iman akan Kristus memacar dari dalam. Bagi mereka yang menyadarinya, kesaksian tersebut menguatkan iman orang lain untuk menyadari bahwa merekapun dipanggil Allah untuk menjadi saksi-saksi Kerajaan Allah dalam setiap jalan hidup mereka masing-masing. Fr. Albertus Aris Bangkit Sihotang 

Allah sang sumber Iman, bukalah hati dan pikiran kami untuk menyadari panggilan-Mu dalam diri kami masing-masing. Semoga kami semakin mampu menyadari tugas dan panggilan kami masing-masing di tengah keluarga dan masyarakat. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: