Menghujat Kuasa Roh Kudus

Senin, 27 Januari 2020
Pekan Biasa III
Bacaan I :  2 Sam 5: 1-7.10
Bacaan Injil : Mrk 3: 22-30

SIFAT benda cair adalah bentuknya yang dinamis dan mengikuti wadahnya. Jika kita membeli minuman yang dikemas dengan botol kaca, tentulah kita menjaga botol itu agar tidak pecah, karena jika pecah maka minuman yang ada di dalam botol itu dapat tumpah dan airnya tidak dapat digunakan lagi.

Dalam Bacaan Injil hari ini, para ahli Taurat menghujat kemampuan Yesus untuk mengusir roh jahat dengan mengatakan bahwa Ia memiliki kuasa dari Beelzebul si penghulu setan. Penghujatan akan kuasa Yesus ini bukan hanya menyerang Yesus sebagai pribadi, melainkan juga penghujatan terhadap Roh Kudus. Hal ini Karena Roh Kudus pun tinggal bersama-sama dengan Sang Putra yang adalah utusan dari Bapa. Putra dan Roh Kudus berbeda satu dari yang lain, tetapi tidak dapat dipisahkan dari yang lain. Kristus nampak sebagai rupa yang kelihatan dari Allah yang tidak kelihatan, tetapi Roh Kuduslah yang mewahyukan-Nya (KGK 689). Seperti halnya suatu cairan yang berada dalam wadah botol, kedua benda itu berbeda, namun mereka ada dalam satu kesatuan. Oleh karena itu, kuasa Yesus untuk mengusir setan tentulah bukan karena roh jahat, tetapi karena di dalam diri Yesus ada Kuasa Roh Kudus. Ia adalah Pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus.

Jika orang menyangkal tindakan pengusiran setan yang dilakukan Yesus, atau bahkan menyangkal tindakan kerahiman Allah di dunia bersama dengan Putra, maka orang itu sungguh akan menghujat Roh Kudus. Orang ini pun jatuh pada dosa yang kekal dan tidak terampuni (KGK 1864). Karena dalam hal ini, telah terjadi dosa yang sungguh telah mengakar pada diri seseorang, mengingkari hati nurani, dan melakukan kejahatan yang sangat berat sampai pada titik membenci Tuhan. Ia dengan sadar menghujat serta tidak mendengar Roh Kudus dalam hati nuraninya, maka ia sungguh melakukan dosa yang tidak dapat diampuni.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita pun pernah jatuh ke dalam dosa ini. Saat menghadapi suatu permasalahan yang terasa mustahil untuk diselesaikan, kita merasa sendirian dan meragukan kuasa dari doa-doa kita kepada Yesus. Padahal, sebagai anak-anak Allah, kita pun telah menerima Roh Kudus melalui pembaptisan. Roh Kudus ini selalu ada bersama kita, dan oleh karenanya doa kita bukanlah hal yang sia-sia. Roh Kudus senantiasa berkarya nyata dan memampukan kita untuk menghadapi tiap tantangan hidup, termasuk dalam menghalau godaan si jahat.

Oleh karena itu, mari kita sungguh menyadari akan kuasa kehadiran-Nya di dalam diri kita. Roh Tuhan selalu bersama kita, maka jangan sampai kita menghujat kuasa-Nya karena kedangkalan pemahaman kita akan cara kerja Tuhan yang penuh misteri.

[Fr. Albertus Aris Bangkit Sihotang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.