Menilai Kebenaran

Senin  16 Maret 2020
Pekan Prapaskah III
Bacaan I     :  2Raj 5: 1-15a
Bacaan Injil : Luk 4: 24-30

SETIAP dari kita mungkin pernah mengalami pengalaman ketika kita berbuat baik dan benar, namun tidak dihargai orang lain. Apa pun yang kita lakukan selalu dipandang jelek. Atau hal sebaliknya pun pernah kita lakukan, yakni kita memandang buruk terhadap orang lain yang tidak kita sukai, meskipun dalam perbuatannya adalah baik dan benar.

Hal ini menunjukan bahwa penolakan adalah hal yang lazim terjadi dalam hidup kita. Karena nila setitik rusak susu sebelanga; satu hal yang buruk dapat menodai seluruh penilaian kita terhadap orang lain. Hal ini karena kita seringkali disesatkan oleh pikiran kita yang cenderung mencari hal-hal yang negatif.

Bacaan pada hari ini menarasikan bahwa tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Padahal, para nabi dan termasuk Yesus sendiri adalah pembawa pesan dan suara Allah, namun sering diabaikan karena orang-orang terlena dengan desas-desus buruk seputar pribadi nabi tersebut.

Diperlihatkan juga kepada kita bahwa kebijaksanaan Allah ternyata jauh melampaui penilaian-penilaian kita yang bercacat cela. Kebaikan yang ditunjukkan Allah bagi orang-orang asing di luar Israel hendak mengingatkan kita yang seringkali menolak kebenaran hanya karena ketidaksukaan kita yang subjektif. Pada akhirnya, kita menjadi salah di hadapan Allah karena enggan membuka mata terhadap hal-hal yang positif, baik, dan benar itu.

Oleh sebab itu, di masa prapaskah ini kita diajak untuk tidak menguji segala sesuatu hanya dengan mengandalkan penilaian pribadi kita, melainkan berpegang pada kebenaran Firman-Nya. Kita juga diajak untuk semakin rendah hati dan menerima kebaikan dan kebenaran yang dilakukan orang lain. Allah bisa menyampaikan pesan kebaikan dan kebenaran lewat apapun dan siapapun, termasuk dari orang-orang yang kita pandang rendah, atau orang-orang yang tidak kita sukai.

[Fr. Albertus Aris Bangkit Sihotang]


Ya Allah yang kudus, jiwa kami senantiasa haus akan diri-Mu. Biarlah terang-Mu yang menuntun kami untuk menilai segala sesuatu, supaya jangan kami tersesat oleh pikiran-pikiran kami yang lemah, melainkan sungguh mampu melihat kebenaran yang berasal dari-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: