Berdoa dan Bekerja

Selasa, 24 Maret 2020
Hari Biasa Pekan Prapaskah IV
Bacaan I : Yeh. 47: 1-9.12
Bacaan Injil : Yoh. 5: 1-16

SAAT ini dunia sedang diserang oleh wabah virus. Hampir seluruh penjuru dunia terjangkiti wabah virus ini. Virus yang cepat sekali menular ini membuat resah semua orang. Tidak hanya di Indonesia, kabar bahwa virus ini cepat menular dan dapat datang begitu saja membuat semakin resah bahkan panik. Kepanikan dan keresahan yang terus meningkat ini justru malah membuat orang yang terjangkit semakin bertambah. Situasi semakin tidak membaik karena orang yang egois semakin egois untuk kelompoknya sendiri, namun orang yang peduli semakin peduli. Setiap yang terjangkit virus ini tentu berharap akan adanya kesembuhan. Maka dari itu, usaha yang dibangun saat ini adalah dengan kerja keras para tenaga medis yang terus-menerus berusaha untuk menyembuhkan orang-orang yang terjangkiti. Tentu orang yang tidak berkecimpung di dalamnya membantu kesembuhan itu dengan mendoakannya.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus, seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit seperti yang diceritakan pada Injil Yohanes tentu menginginkan kesembuhan. Kolam Betesda dipercayai dapat menyembuhkan orang yang masuk ke dalamnya. Sementara orang yang sudah sakit lama itu tidak bisa masuk, karena tidak ada yang mau membantunya untuk masuk. Yesus datang kepadanya lalu menyembuhkan orang itu.

Sikap Yesus ini bukan sekedar sikap simpati terhadap yang sakit saja. Hal itu adalah sikap kritik kepada orang-orang di sekitarnya yang tidak peduli kepada sesamanya. Apa yang dilakukan Yesus adalah suatu tindakan yang mengkritisi orang-orang yang kehilangan rasa cintanya terhadap sesama. Apalagi kepada orang Yahudi yang hanya mementingkan hukum dibandingkan menolong manusia. Tindakan Yesus melampaui itu semua. Artinya, Yesus menunjukkan bahwa Ia air sumber hidup yang menyembuhkan.

Dalam hidup kita tentu kita pernah merasa sakit, baik secara fisik maupun rohani kita. Hari ini Yesus mengajak kita untuk jangan takut. Jangan takut tentang segala hal yang dapat membuat sakit. Karena Dia-lah air sumber hidup yang menyembuhkan. Kesembuhan juga perlu usaha kita. Misalnya dengan mengikuti dan menaati prinsip-prinsip protokol kesehatan. Usaha yang kita lakukan kemudian kita sempurnakan dengan doa untuk memohon kesembuhan kepada-Nya. Sakit fisik maupun rohani sekalipun dapat sembuh bila kita memohon kepada Tuhan. Sang Sumber Air Hidup yang menyembuhkan itu tidak pernah membuat kita merasa ditinggalkan.

Lalu apa usaha yang dapat kita bangun? Misalnya ketika kita sakit demam. Jangan kita malah membuat fisik kita semakin melemah dengan pekerjaan-pekerjaan berat. Istirahat lah yang cukup agar stamina kita pulih kembali. Ketika misalnya kita kekeringan di dalam hidup rohani. Jangan kita justru datang ke tempat-tempat yang memancing kita untuk memikirkan hal-hal duniawi atau kedagingan. Cobalah kita berkonsultasi dengan pastor atau datang ke gereja untuk berdoa.

Setiap yang sakit pasti memiliki obat. Maka, pada kondisi saat ini mari kita berdoa mohon kesembuhan dunia kepada Tuhan disertai dengan segala upaya agar meminimalisasi penyebaran virus yang sedang mewabah ini. Berdoa kepada Tuhan memohon kesembuhan seluruh dunia, sambil menjaga diri dari virus tanpa menghilangkan kepedulian pada sesama.

[Fr. Constantin Reynaldo Adja Mosa]


Allah Bapa di surga, Engkaulah benteng kekuatan kami satu-satunya. Kemurahan-Mu telah menuntun kami hingga hari ini, dan semoga terus mengiringi setiap usaha kami dalam menghadapi semua tantangan di dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: