APAKAH KAMU TIDAK MAU PERGI JUGA?

 

Sabtu, 2 Mei  2020

Peringatan Wajib Santo Atanasius,

Uskup dan Pujangga Gereja

Bacaan I  : Kis 9: 31-42

Bacaan Injil : Yoh 6:60-69

 

Saudara-saudari terkasih, ajaran Yesus dalam injil Yohanes tidak bisa secara langsung di terima. Salah satunya adalah beberapa pernyataan Yesus kepada para murid-Nya(ay 65). Semua yang dilakukan Yesus sejatinya untuk menguji iman para Rasul (ay 67). Sungguh seperti berlian yang indah, iman yang dimiliki oleh para Rasul. Kepercayaan yang radikal seperti kedua belas murid Yesus menjadi harta yang berharga saat ini.

Tantangan iman di zaman sekarang ini sangat kompleks; budaya cepat dan lambat adalah penghinaan, teknologi yang menggiurkan, money oriented, nafsu kekuasaan, sibuk dalam pekerjaan, kebisingan, kepadatan, dan apatisme. Manusia dewasa ini, akan mempertanyakan kembali pernyataan-pernyataan iman Yesus Kristus. Mempertahankan iman di zaman sekarang menjadi lebih sulit karena tawaran-tawaran modernisme yang sangat persuasif. Misalnya, ketika saya masih kecil menonton film kartun di hari minggu lebih menyenangkan ketimbang pergi ke Gereja. Namun film kartun di zaman sekarang dibungkus lebih indah dan mungkin dapat menjelma menjadi sesuatu yang lebih ‘menggiurkan’.

Mgr. Paskalis Bruno Syukur, Uskup Keuskupan Bogor pernah mengungkapkan kata ‘iman ritualistik’ dalam homilinya di pembukaan Sinode 2019 di Parung, Bogor.  Beriman ritualistik berarti kegiatan pergi ke Gereja hanya sekedar formalitas-ritual. Sikap seperti ini sangat ditentang dalam ajaran Yesus menurut Yohanes. Maka dalam hal ini pertanyaan reflektif pada bacaan hari ini sangat relevan kepada kita, “apakah kami tidak mau pergi juga?” (ay 67). Maukah engkau tetap bertahan? Maukah engkau melaluinya bersama-Ku?

Saudara-saudari, dalam masa Paskah ini mari kita secara sungguh-sungguh peka melihat kelemahan dan di mana musuh-musuh kita berada(bdk. 1 Ptr 5:8). Mari merenungkan kembali pertanyaan Yesus kepada kita, ‘bersediakah kamu tetap tinggal dan bersama-Ku?’(Mat 24:42, Mrk 14:38) Paskah menjadi momen yang paling spesial bagi orang Kristen, maka sudah sepantasnya kita memperdalam iman kita untuk semakin kuat mengimani Yesus Kristus di zaman sekarang ini. Terutama di masa wabah ini, semakin banyak kesempatan kita untuk dekat dengan Tuhan. Semoga Tuhan memberkati.

-Fr. Petrus Damianus Kuntoro-


Allah Bapa yang bertahkta dalam surga, tawaran dunia semakin kuat dan iman hambaMu yang lemah ini senantiasa diuji. Dampingilah dan tuntunlah kami agar mampu bertahan dan tetap bersamaMu dalam segala hambatan. NamaMu kami puji kini dan sepanjang masa. 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: