Menerima, kemudian Melakukan

Rabu, 06 Mei  2020, Rabu Pekan Paskah IV

Bacaan I          : Kis. 12: 24 - 13: 5a

Mazmur           : Mzm. 67: 2-8

Injil                  : Yoh. 12: 44-50

 

Di sebuah ruang guru, seorang ketua kelas mendapat pesan untuk teman-temannya dari wali kelas. Pesan tersebut berbunyi: setelah pelajaran olahraga nanti pergi ke Ibu Kati untuk minta tugas pengganti. Lalu pada siangnya, setelah pelajaran olahraga, si ketua kelas itu berjalan ke kantin. Setelah sampai di kantin, ia meminta roti kepada salah satu penjual di kantin. Tak lama kemudian, ia memberikan roti tersebut kepada wali kelasnya. Wali kelas itu bingung. Ternyata pesan yang dipahami ketua kelas adalah setelah pelajaran olahraga nanti pergi ke kantin untuk minta roti.  

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan kepada orang banyak bahwa diri-Nya dan Allah Bapa mempunyai satu tujuan yang sama, yaitu menyelamatkan umat manusia. Apa yang disampaikan Yesus kepada orang-orang adalah hal yang sama dari apa yang difirmankan Bapa kepada Yesus. Yesus tidak membuat firman Bapa menjadi melenceng dengan mengurangi atau menambahi maknanya. Hal tersebut menjadi alasan kuat untuk percaya kepada Yesus bahwa Dialah penyelamat dunia.

Ada peribahasa mengatakan; uang yang dititipkan akan berkurang, namun kata-kata yang dititipkan akan bertambah. Bukan soal uangnya yang ingin disorot, melainkan soal-kata-katanya, yakni ketika orang yang satu menyampaikan pesan kepada orang lain, tak jarang maknanya berubah. Sering ada perubahan makna dari pesan ketika pesan tersebut ditujukan untuk disampaikan lagi kepada orang lain. Akan tetapi, firman yang didapatkan Yesus dari Allah bapa tidak berubah maknanya. Yesus tetap menjaga keutuhan firman tersebut karena Ia tahu isi firman tersebut berguna bagi umat manusia, yakni firman tentang hidup yang kekal.

Yesus tidak ingin umat manusia jatuh ke dalam kebinasaan akibat dosa, sehingga Ia menjaga keutuhan firman tersebut. Kita sebagai murid-murid Yesus setelah menerima firman tersebut pun tidak boleh menyimpannya diam-diam untuk diri sendiri. Ada perintah lanjutan untuk bermisi, yakni membagikan firman tersebut kepada orang banyak. Caranya adalah dengan melakukan firman tersebut dengan kata-kata, tindakan, dan perasaan hati yang baik kepada orang banyak tanpa pandang bulu. Semoga kita semakin dapat menjadi pembawa firman dalam kehidupan sehari-hari.


Terima kasih Yesus atas keteguhan hati-Mu dalam menyelamatkan kami. Ampunilah kami yang sering mengabaikan firman-Mu. Berkati kami agar dapat memahami firman-Mu secara utuh dan dapat melakukannya di kehidupan kami sehari-hari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.