Jadilah Nelayan yang Rela Meninggalkan Panenannya

Senin, 27 Juni 2022

PF S. Sirius dari Aleksandria, Uskup dan Pujangga Gereja

Bacaan I: Am 2:6-10. 13-16

Mazmur Tanggapan: Mzm 50:16bc-17.18-19.20-21.22-23

Bacaan Injil: Mat 8:18-22

Sahabat Yesus yang terkasih, sebelum kita merenungi bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini mari terlebih dahulu kita menyimak sebuah cerita singkat yang mampu menggambarkan pesan Injil hari ini. Suatu hari ada seorang nelayan yang sedang berlayar di tengah lautan. Saat itu nelayan tersebut sudah mendapatkan banyak ikan dan hendak pulang untuk kembali ke rumahnya. Di tengah perjalanan, nelayan itu menabrak sebuah batu karang yang mengakibatkan bagian depan perahunya bocor. Banyaknya ikan hasil tangkapannya membuat air begitu cepat masuk ke dalam perahunya. Nelayan itu merasa panik, cemas, dan sedih. Ia berpasrah kepada Tuhan dan berdoa kepada Tuhan, katanya “Tuhan apa yang harus ku perbuat? Apakah aku harus melepaskan seluruh ikan-ikan ini untuk meringankan beban perahu?” Akhirnya nelayan itu melepaskan seluruh hasil kerja kerasnya dan kembali ke rumah dengan selamat.

Sahabat Yesus yang terkasih, cerita singkat di atas menggambarkan kondisi murid yang ingin mengikuti Yesus. Dalam bacaan Injil dikisahkan seorang murid yang ingin mengikuti Yesus, tetapi ia terlebih dahulu ingin mengubrukan ayahnya. Koneksi yang terdapat di dalam cerita nelayan dan bacaan Injil hari ini mengajarkan kita untuk mengikuti Yesus dengan sepenuh hati. Yesus ingin kita murid-muridnya mengikuti-Nya tanpa membawa apapun, tanpa memikirkan apapun, dan tanpa khawatir akan apapun. Mengikuti Yesus harus melepaskan segala hal duniawi kita, termasuk harta yang kita miliki, tugas-tugas kita, dan bahkan keluarga kita.

Hal mengikuti Yesus itu berarti kita sungguh-sungguh memprioritaskan diri kita kepada Yesus. Kita sebagai manusia diajak untuk meluangkan waktu kita dan berhenti sejenak dari kesibukan duniawi untuk menghadap dan berpasrah kepada Yesus. Bacaan Injil hari ini ingin mengajak kita untuk menyerahkan seluruh hidup kita, seluruh hal yang kita miliki, dan seluruh bagian di dalam hidup kita kepada-Nya. Yesus mengajak kita untuk mengikuti-Nya tanpa kekhawatiran dan kecemasan, karena di dalam diri-Nya kita akan mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan.

Fr. Emanuel Bryan Aldo Pradipta – Tingkat II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!