POKJA-24

Loading

“Teman Perjalanan menuju 2024”

Pembukaan

sebelum kegiatan pembekalan dimulai, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya & Doa Pembuka.

Acara dimulai dengan kata sambutan oleh RD. Dion Manopo, RD. Dion Manopo menyampaikan banyak terima kasih kepada Tim Pokja-24, pada tahun 2023 keuskupan akan memfokuskan pada katekese, katekese yang akan menjadi fokusnya yaitu katekese kebangsaan, pesan yang disampaikan kepada tim Pokja-24 yaitu “Jiwa Gereja adalah jiwa misioner”. Agar mencapai tujuan bersama maka kita harus berjalan bersama, tidak berjalan sendiri-sendiri.

menurut RD. Dionysius Adi Tejo Saputro ;pembekalan ini bukan semata-mata untuk kegiatan tahun 2024 saja, tapi untuk Kegiatan-kegiatan selanjutnya juga. Keuskupan Surabaya dalam Regio Jawa mereka memberitahukan bahwa umat Katolik seharusnya bisa aktif di RT. RD. Dionysius Adi Tejo Saputro menceritakan bahwa beliau memiliki tetangganya yang beragama Katolik, mencalonkan diri sebagai ketua RT namun banyak orang yang tidak ingin orang Katolik menjadi pemimpin.

Menuju 2024 (Pengantar)

ketika sudah sadar, apa yang kita perlukan; selanjutnya yaitu perjalanan kita menuju Pemilu 2024.

sampai saat ini belum ada data umat Katolik yang mencalonkan diri dalam pemilihan umum tahun 2024 nanti, tapi kita tetap harus menjadi umat Katolik yang tanggap & terlibat; karena umat akan banyak yang bertanya kepada sie. Kerawam paroki masing-masing jalan apa yang harus kita ambil; kita harus pilih yang mana; kemana jalan yang paling baik untuk kita ambil/kita laksanakan?

Catatan untuk 2024; membangun semangat dan mewujudkan konsolidasi partisipasi, komitmen, kaderisasi; pemilih pemula, isu politik identitas masih menjadi warna; jejaring pilar kemasyarakatan internal & external: BONUM COMMUNE (kebaikan bersama).

Tagline; teman bekerja bersama menuju 2024.

Misi Kelompok Kerja 2024 yaitu; mengawal proses pemilu 2024, memberikan pendampingan kepada umat dan hierarki, menjadi teman seperjalanan bagi umat yang akan maju sebagai kandidat (berkontestasi), membuka peluang bagi pihak non-Katolik yang memungkinkan untuk didukung, bekerja sama dengan berbagai elemen luar Gereja Katolik seturut dengan semangat nasionalisme dan mengedepankan kepentingan bersama, bekerja sama dengan pihak penyelenggara Pemilu 2024 setempat.

selanjutnya RD. Dionysius Adi Tejo Saputro menyampaikan para pengurus inti dan Koordinator setiap dekanat tim Pokja-24.

Berjalan Bersama Kerawam & Pokja-24 (pak Adi St. Matheus Depok)

menjadi caleg bagi umat Katolik merupakan hal yang sulit, sebaliknya bagi umat agama lain hal tersebut merupakan hal yang mudah; pandangan banyak orang adalah umat Katolik adalah orang yang kotor jika menjadi pemimpin, namun bagi kaum lain hal tersebut dapat mempermudah berbagai masalah.

tugas Seksi Kerawam yaitu mendorong kaum awam untuk secara aktif mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan sebagai anggota Gereja sekaligus warga negara, khususnya dalam bidang-bidang yang khas bagi mereka, yaitu; pengaturan dan pemgembangan tata duniawi dengan semangat katolik secara politik praktis.

Lingkup Kegiatan Pokja-24; melaksanakan sosialisasi dan penyadaran pemilu, ikut pemilu, serta menjadi pemilih yang cerdas; mendorong keterlibatan umat dalam penyelenggaraan pemilu, menemani umat yang berkontestasi. Goals; umat ikut memilih (tidak golput), sejumlah umat terlibat dalam penyelenggaran sebagai KPPS/pengawas. ada umat yang terpanggil ikut kontestasi. Indikator; berapa yang terlihat dalam penyelenggaraan, berapa yang ikut kontestan, dan berapa yang ikut memilih. 

Pemilu masih lama, Kok kita udah sibuk dari sekarang? (pak Adi) Karena..

  1. masih banyak UK yang belum peduli
  2. tidak mudah membangun kesadaran dan kepedulian terkait pemilu
  3. perlu waktu membangun kesadaran dan cara pandang bersama
  4. banyaknya kegiatan (GK dan Umat)
  5. Agenda dan persiapan pemilu sudah bergilir

Beberapa jawaban/respon dan sikap yang kerap ditemui dari UK atau masyarakat terkait pemilu: (pak Adi)

  1. milih ga milih sama aja 
  2. percuma milih, ujung-ujungnya juga lupa sama kita
  3. gereja tidak berpolitik
  4. kita ini minoritas
  5. aku bukan warga setempat
  6. hanya fokus pilpres saja
  7. tidak tahu siapa yang harus kita pilih

Penutupan

RD. Dionysius Adi Tejo Saputro menyampaikan bahwa pada hari ini peserta hari ini sudah menjalani pembekalan/pemanasan untuk mempersiapkan Tim Pokja-24 Dekanat Tengah. harapan kerja dan program kerja peserta sudah clear; apa saja yang ingin bersama-sama 

kita bangun dalam tim Pokja-24. Tim ini tidak akan membuat rekomendasi (harus memilih siapa calegnya/keputusan yang harus kita pilih bersama-sama) namun tim Pokja ini memberikan kisi-kisi/konsultasi untuk menjadi teman dalam perjalanan, jadi sifatnya yaitu kita berjalan bersama.

Enggar Bawono selaku koordinator Pokja-24 Dekanat Tengah memberikan penutup yaitu peserta yang hadir dalam sosialisasi ini akan menjadi koordinator Pokja-24 di Parokinya masing-masing. (Vito Karyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!