KEUSKUPANBOGOR.ORG – Kegiatan Teens School of Mission (TSOM) 3 diselenggarakan oleh Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Bogor pada Sabtu, 21 Februari 2026, bertempat di Paroki Bunda Maria Ratu Sukatani.
Kegiatan ini diikuti oleh 53 Anak Remaja TSOM serta 21 pendamping yang berasal dari 21 paroki di Keuskupan Bogor. TSOM menjadi wadah pembinaan iman dan semangat misioner bagi anak-anak remaja agar semakin mencintai Gereja dan berani mewartakan Injil dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan ini mengusung tema “Called by Name, Ready to Serve.” Tema ini mengajak anak-anak remaja menyadari bahwa setiap pribadi dipanggil oleh Tuhan secara personal dan penuh kasih. Panggilan tersebut tidak berhenti pada kesadaran diri, tetapi dilanjutkan dengan kesiapsediaan untuk melayani sesama sebagai wujud nyata iman yang dihidupi.
Melalui tema ini, para peserta diajak untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab atas panggilan yang mereka terima serta berani terlibat dalam karya perutusan Gereja. Dengan semangat called by name, ready to serve, anak-anak TSOM diharapkan semakin siap menjadi saksi Kristus di lingkungan keluarga, sekolah, dan paroki, sejalan dengan semangat misioner yang ditumbuhkan.
Program Pembinaan Iman
Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD Wolfgang Amadeus Mario Sara dan RD Yosef Irianto Segu.

Dalam homilinya, RD Yosef Irianto Segu menegaskan pentingnya pembentukan karakter anak-anak TSOM.
“Anak-anak TSOM harus tangguh, gembira, cerdas, dan misioner. Apalagi di masa prapaskah ini, anak-anak TSOM harus tangguh dalam menjalankan pantang dan puasa,” ujar Direktur Diosesan KMKI Keuskupan Bogor tersebut.

Lebih lanjut, Ia berharap agar anak-anak TSOM semakin memahami iman Katolik yang mereka hidupi serta memiliki semangat misioner yang setia dalam tugas perutusan di tengah kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Seusai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembekalan yang disampaikan oleh Kak Inri Kurnia Almesa. Dalam sesi ini, para peserta mendapatkan materi pengenalan tentang TSOM. Ia menjelaskan bahwa Teens School of Mission (TSOM) merupakan program pembinaan iman dan semangat misioner bagi Anak dan Remaja yang digagas oleh Karya Misi Kepausan Indonesia.

TSOM bertujuan membantu anak dan remaja semakin mengenal Yesus Kristus, mencintai Gereja, serta memiliki semangat perutusan untuk mewartakan Injil melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Kak Inri menegaskan bahwa melalui TSOM, anak-anak dan remaja dibina untuk bertumbuh dalam iman Katolik, mengembangkan kepedulian terhadap sesama, serta dilatih menjadi pribadi yang tangguh, gembira, cerdas, dan misioner. Pembinaan tersebut dilakukan melalui kegiatan rohani, pendalaman iman, dinamika kelompok, serta refleksi yang disesuaikan dengan dunia anak dan remaja.
Usai pembekalan, dilanjutkan dengan makan siang bersama dan dilanjutkan dengan kegiatan dinamika kelompok. Para peserta dan animator dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang secara bergantian memasuki pos-pos dinamika yang telah disiapkan oleh panitia.






Kegiatan di setiap pos tidak hanya berisi permainan, tetapi juga refleksi dan pembelajaran iman. Melalui aktivitas tersebut, para peserta diajak untuk menggali nilai kebersamaan, ketangguhan, serta semangat misioner yang dapat mereka terapkan dalam hidup sehari-hari.
Melalui pembekalan edukasi TSOM 3 ini, KMKI Keuskupan Bogor berharap anak-anak remaja semakin bertumbuh dalam iman, memiliki karakter yang kuat, serta siap menjadi saksi Kristus dimanapun mereka berada.


























