Seminari Tinggi St. Petrus – Paulus

PROFIL SINGKAT SEMINARI TINGGI SANTO PETRUS-PAULUS KEUSKUPAN BOGOR  

LATAR BELAKANG DAN SEJARAH

Latar belakang pemilihan nama dan maknanya bagi para calon imam: Secara resmi, nama ini ditetapkan pada tahun 1974 bersamaan dengan peresmian Gedung Lama di Suryalaya. Petrus-Paulus merupakan 2 sosok besar yang menjadi panutan bagi formasi para frater. Nama ini dipilih karena 2 tokoh itu berpengaruh besar dalam perjalanan Gereja Katolik. Semangat yang ingin diserap dari kedua tokoh itu adalah peristiwa pertobatan yang mengubah hidup mereka berdua. Petrus yang sempat menyangkal Yesus dan Paulus yang menjadi penganiaya dalam pertobatannya. Mereka berubah secara total dan radikal untuk menjadi frontline dalam membela iman kepada Kristus. Semangat bertobat dan perubahan diri itu ingin ditimba bahwa para frater yang memiliki sifat egois pribadi dan keangkuhan diri diajak untuk berubah dan siap diformat untuk menjadi orang-orang yang berada di garis depan dalam pelayanan bagi sesama.  

Sejarah berdirinya dan perkembangannya

Tahun berdiri : 1969
Pendiri          : Mgr. N. J. C Geise, OFM dan Mgr. Ignatius Harsono  

Situasi perkembangan seminari dalam lintasan sejarah

Bermula dari sebuah keinginan bijak dari seorang yang bernama (+) Mgr. N.J.C Geise, OFM. Beliau yang semasa itu menjabat sebagai Uskup Bogor ingin sekali menjadikan Gereja di Keuskupan Bogor lebih berwajah lokal. Salah satu kunci untuk mewujudkan idealisme ini adalah dengan menumbuhkan putra daerah untuk menjadi calon-calon gembala masa depan. Dalam rangka itulah, pada tahun 1969 atas prakarsa (+) Mgr. N.J.C. Geise, OFM dan (+) Mgr. Ignatius Harsono didirikanlah Seminari Tinggi untuk Keuskupan Bogor. Pada awalnya Seminari Tinggi ini belumlah mempunyai tempat yang tetap. Para calon Imam Keuskupan Bogor pertama tetap dapat menumbuhkembangkan panggilannya atas bantuan dari Sr. Birgitta OSU yang menjadi orangtua asuh sementara di Asrama Providentia, Bp. A.P.Sugiarto yang mengizinkan para frater bergabung dengan keluarganya. Pada tanggal 1 Maret 1970 para frater akhirnya mendapat tempat sendiri yakni di suatu rumah kontrakan di Jalan Sempurna 15, Bandung dengan RD. Ignatius Harsono sebagai rektor rumah. Pada tahun 1973 dibangunlah asrama di Jalan Buah Batu 178H (sekarang Suryalaya 7). Pada bulan April 1974 sekalipun belum seratus persen jadi, bangunan ini terpaksa digunakan mengingat tidak ada lagi rumah yang bisa ditempati. Bangunan baru ini hanya memiliki 10 kamar tidur frater, 2 kamar tidur tamu, sebuah kapel kecil, sebuah ruang makan dan sebuah ruang konferensi. Pada bulan November 1974 Gedung Seminari ini diberkati dan secara resmi diberi nama pelindung Santo Petrus dan Paulus. Tanggal 11 Februari 1975, Mgr. N.J.C. Geise, OFM menjadi rektor seminari menggantikan RD. Ignatius Harsono yang ditahbiskan menjadi Uskup Bogor. Awalnya Seminari Tinggi hanya ditempati oleh 4 orang frater calon Imam Keuskupan Bogor. Seiring berjalannya waktu jumlah fraterpun bertambah hingga 40-an frater, akan tetapi tidak semuanya dari Keuskupan Bogor. Dapat dikatakan bahwa Seminari Tinggi Santo Petrus dan Paulus dahulu adalah Seminari Inter-Dioses, yakni para frater dari Keuskupan lainpun ikut bergabung menyemai panggilan disini, mulai dari Keuskupan Bandung, Keuskupan Sintang, Keuskupan Ketapang, Keuskupan Padang, Keuskupan Sorong dan masih banyak Keuskupan lainnya. Sebelum Gereja Hati tak Bernoda Santa Perawan Maria didirikan, Seminari Tinggi Santo Petrus dan Paulus menyediakan ruangan bagi para umat Allah untuk merayakan Ekaristi Mingguan dan Hari Raya. Pada tahun 1991, Seminari Tinggi mendapat kunjungan dari utusan Konggregasi Suci untuk Seminari, yakni Mgr. Petrus Chang dari Malaysia dan Mgr. Martinus Dogma Situmorang, OFM.Cap dari Keuskupan Padang. Saat itu muncul pembicaraan mengenai perluasan dan pemugaran terhadap gedung seminari yang dinilai sudah terlalu kecil dan sumpek. Kemudian gagasan ini ditindaklanjuti oleh Mgr. Michael Cosmas Angkur OFM bersama para romo Keuskupan Bogor dengan menetapkan rencana pembangunan dan perluasan Seminari Tinggi Santo Petrus Paulus. Mengenai konsep bangunan dan pelaksanaannya dibantu oleh Ir. Rini Kosasih dan Ir. Eduard F. Tefa. Peletakan batu pertama dilaksanakan oleh Mgr. Michael Cosmas Angkur pada tanggal 7 Februari 2003. Pembangunan dan perluasan Gedung Seminari Tinggi Santo Petrus dan Paulus memakan waktu kurang lebih setahun.  

Masa Diaspora Karena gedung seminari yang mengalami perluasan dan pembangunan, rumah formasi para frater ditempatkan di rumah-rumah milik Unika Parahyangan di Jln. Suryalaya. Sedangkan untuk frater TOR, sejak tahun 1995 ditempatkan di rumah TOR di Jln. Alexandri. Pada tanggal 24 November 2004 akhirnya bangunan Seminari baru yang ditunggu-tunggupun selesai. Sejak dibangunnya gedung baru, rumah formasi TOR yang tadinya berada di Jln. Alexandri digabungkan dengan rumah pendidikan frater skolastik dan teologan di Gedung Jln. Suryalaya.  

Tahap-Tahap Pembinaan

  1. Tahun Orientasi Rohani selama 1 Tahun
  2. Studi Filsafat (S1) selama 4 tahun
  3. Tahun Orientasi Pastoral selama 1 tahun
  4. Studi Teologi (S2) selama 2 tahun
  5. Tahun Pastoral
  6. Masa Diakonat
  7. Imamat

  Apa saja yang kami Tekuni?

  1. Bidang Kepribadian: Pembentukan kepribadian yang dewasa dan matang secara afektif sehingga dapat hidup jujur, adil, ramah dan dalam semangat persaudaraan.
  2. Bidang Rohani: Perayaan Ekaristi, Ibadat Harian, Ibadat Kreatif, Rekoleksi, Retret Tahunan, koor, ziarah, dll.
  3. Bidang Intelektual: Studi filsafat dan teologi di Universitas Katolik Parahyangan Bandung, seminar, simulasi skripsi, tesis dan paper, diskusi terpimpin, bedah buku, kursus bahasa asing (bahasa Inggris, Prancis, Italia, Latin) dan daerah (bahasa Sunda).
  4. Bidang Komunitas: pertemuan keluarga, konferensi, rekreasi bersama, olahraga, opera.
  5. Bidang Pastoral: Asistensi Natal dan Paskah

Pendampingan Kategorial: Legio Mariae, Bina Iman Anak, Misdinar, FKRB, KMK, Retret, Rekoleksi.  

Rektor dari masa ke masa:

  1. Msgr. Ignatius Harsono                      : Periode 1969-1975
  2. Msgr. N.J.C Geise OFM                    : Periode 1975-1993
  3. RP. W.M.F.T Hofsteede OFM          : Periode 1993-1994
  4. RD. S.M Sumardiyo Adi Pranoto      : Periode 1994-2000 & 2004-2008
  5. RD. Paulus Haruna                             : Periode 2000-2001
  6. RD. Ch. Tri Harsono                          : Periode 2001-2004 & 2008-2014
  7. RD. Nikasius Jatmiko                         : Periode 2014- ……

  Formator Seminari:

  1. RD. Fabianus Sebastian Heatubun
  2. RD. Robertus Untung sebagai Direktur TOR
  3. RD. Habel Jadera
  4. RD. Bartholomeus Wahyu Kurniadi sebagai Formator TOR

  Jadwal Kegiatan Harian Rutin

05.00 WIB      : Bangun, Mandi
05.30 WIB      : Ibadat Pagi dan Perayaan Ekaristi
06.30 WIB      : Sarapan
08.00 WIB      : Kuliah
12.30 WIB      : Ibadat Siang
13.00 WIB      : Makan Siang
13.30 WIB      : Siesta
16.00 WIB      : Opera Cotidiana, Potus, mandi
17.00 WIB      : Belajar Pribadi
18.30 WIB      : Ibadat Sore
19.00 WIB      : Makan Malam
19.30 WIB      : Rekreasi
20.00 WIB      : Ibadat Penutup/Completorium
20.30 WIB      : Belajar Pribadi
22.00 WIB      : Istirahat malam, tidur  

Notabene:

  1. Senin:

Kursus Bahasa Inggris: Untuk TOR pkl. 10.00 WIB, Untuk S2 pkl. 17.00 WIB

  1. Selasa:

Pelatihan Koor pkl. 17.30 WIB, Rekreasi Wajib pkl. 20.00 WIB

  1. Rabu (Hari Komunitas)

Perayaan Ekaristi dan dialog berbahasa Inggris pkl. 06.00-07.30 WIB, Opera Magna pkl. 08.30 WIB, Olahraga (Futsal pkl. 10.00 WIB/Football pkl. 16.00-18.00 WIB), doa malam per lantai pkl. 20.00 WIB.

  1. Kamis:

Perayaan Ekaristi berbahasa Latin pkl. 06.00 WIB, kursus Bahasa Inggris untuk S1 pkl. 17.00 WIB.

  1. Jumat:

Ibadat Kreatif pkl. 21.00 WIB

  1. Sabtu:

Ibadat Sabda pkl. 06.00 WIB

  1. Minggu:

Salve pkl. 21.00 WIB  

LOGO :  

Arti & Makna Logo:

Salib     : Sebagai pusat hidup iman kristiani. Masa formasi di seminari hendak mengarahkan setiap formandi kepada Yesus Kristus dan terus menghidupi teladan dan karyaNya terutama kesetiaan dalam tugas dan pelayanan.

Buku     : Sebagai simbol semangat mencari ilmu dan membaktikannya demi kepentingan gereja. Masa formasi di seminari hendak mengarahkan formandi untuk terus bergairah dalam berpetualangan menelusuri dunia intelektual.

Hosti     : Hosti yang melingkupi salib dan buku bermakna sebagai sumber makna hidup rohani. Perjamuan Ekaristi yang kami santap setiap hari menjadi sumber makna yang tak henti-henti kami hayati di dalam perkembangan hidup rohani.

Kunci-Pedang: Sebagai simbol Santo Petrus-Paulus. Masa formasi di seminari hendak mengarahkan formandi untuk menimba semangat spiritualitas dari Santo Petrus-Paulus sebagai patron imam diosesan. Semangat memimpin dalam pelayanan seperti Santo Petrus dan semangat pewartaan Kerajaan Allah seperti Santo Paulus.

Segi Lima Kuning   : Segi lima bermakna sebagai panca bidang pembinaan di seminari. Dua segi di bawah bermakna Hidup berkomunitas (Communitas) dan Hidup Bermasyarakat (Societas). Dua segi di tengah bermakna Hidup Sehat dan Bersih (Sanitas) dan Hidup Pembelajaran (Scientia). Keempat segi tersebut ditujukan demi kemuliaan Allah pada segi paling atas yakni Hidup Kekudusan (Sanctitas). Warna kuning bermakna kegembiraan, kehangatan dan loyalitas.

Stola Merah  :Stola sebagai arah formasi seminari ini yakni mendidik setiap formandi dengan mengacu pada 5 bidang pembinaan (dan unsur-unsur di dalamnya) untuk menjadi para gembala yang siap memberikan hidup untuk tugas dan pelayanan bagi Gereja dan masyarakat. Warna merah mengacu pada teladan kemartiran Santo Petrus-Paulus.

Motto Seminari: “Hidup yang kami terima, kami baktikan untuk Tuhan dan Sesama”

 

FEED BACK

  1. Peran umat keuskupan dalam membantu pendidikan calon imam:

Dikarenakan Seminari Tinggi Petrus-Paulus Keuskupan Bogor berada di Keuskupan Bandung, kami tidak memiliki donatur tetap atau menerima bantuan secara berkala. Hal ini lebih disebabkan jarak seminari tinggi dan Keuskupan yang cukup jauh, bahkan banyak umat di keuskupan tidak tahu bahwa tempat pendidikan fraternya ada di Bandung.   Bila ada pria muda, energik, bermotivasi tinggi dan tertarik untuk menjadi Imam Keuskupan Bogor dipersilakan untuk datang dan live-in di komunitas kami:  

Seminari Tinggi Santo Petrus-Paulus Keuskupan Bogor
Jalan Suryalaya No. 7 Buah Batu,
Bandung 40265

Telp. (022) 7317658  

Disusun oleh: RD. Jeremias Uskono    
Sumber: Dokumen Sekretaris Seminari 2012/2013 dan dengan penambahan seperlunya

18 thoughts on “Seminari Tinggi St. Petrus – Paulus

  1. Hendrikus Roy Rado says:

    saya mau tanya Romo ,kalau pendaftaran Tesrt seminari Tinggi tahun ajaran 2016-2017 kapan bisa di buka yh Romo ,mulai dari Gelombang 1 adan gelombang 2 romo. Terimah kasih,Tuhan yesus Memberkati

  2. Johanes Rikardus Roli says:

    Saya mau tanya. Saya sekarang sudah menyelesai pendidikan s1 saya dan saya berencana untuk masuk seminari tinggi di Bandung, saya tidak aktif di gereja ataupun di OMK di gereja . Saya di Pontianak hanya aktif ibadah minggua saja. Apakah bisa atau memungkinkan untuk live in di komunitas terdahulu sebelum masuk pendidikan di seminary karena saya ingin mengetahui hidup di komunitas dan merasakan kehidupan di sana agar apabila masuk seminari saya tidak canggung dan sudag bisa beradaptasi

    • RD Yustinus Joned says:

      Jika ingin mengadakan live in, silahkan menghubungi pihak seminari sehingga mendapatkan informasi yang lebih jelas lagi. Terimakasih.

  3. Benediktus Molo says:

    Saya Benediktus Moli, tamatan seminari tahun lalu, ingin mendaftar, bagaimana caranya? Terima Kasih.

  4. W. Pieters says:

    Bisdom/Keuskupan Roermond di Negeri Belanda, sebenarnya mencari mahasiswa2 Seminari Tinggi yg telah 3 atau tingkat 4 (tahun)mempelajari filosofi dan theologi. Maksud: penyelesaian studi di Nederland. Pentahbisan imam boleh dilaksanakan di Indonesia. Setelah itu diminta se-tidak2nya selama 10 tahun bekerja untuk keuskupan Roermond. Belajar bahasa Belanda di Nederland.

    • Wibie says:

      Menghubungi Pastor Rektornya terlebih dahulu untuk bantuan nomor rekeningnyaa…

  5. gilbert says:

    selamat pagi Pater , saya mau bertanya..
    kapan di buka pendaftaran masuk seminari tinggi gelombang 1 dan 2 di seminari tinggi santo petrus paulus ini? Terima kasih Pater.

  6. gilbert ekaputra says:

    selamat malam Pater, saya mau tanya, kapan pembukaan pendaftaran seminaris baru tahun ajaran 2018 – 2019 ? saya mau tau informasi nya pater.. Terima kasih

  7. Yohanes Budi Prihanto says:

    Selamat siang frater, untuk pendaftaran terbaru kapan ya,….
    Khusus OFM atau umum? Trima kasih

  8. Cisca Setiawan says:

    Yth
    Romo pengurus Ordo Karmel,
    Saya memiliki 1 set ensiklopedia Americana peninggalan ayah saya. Karena rumah saya kecil, apakah boleh saya sumbangkan ensiklopedia tsb untuk seminari Anda?
    Ditunggu kabarnya.
    Cisca Setiawan

  9. Albertus says:

    Salam sejahtera Pastor saya ingin melamar menjadi calon imam keuskupan Bogor. Apakah ada lowongan Pastor? Sekian terimakasih.

  10. Damianus Rudolf says:

    Selamat pagi Romo, apakah di seminari tinggi Petrus – Paulus telah membuka pendaftaran calon imam?? Dan apakah kalo saya dari KAJ ingin mendaftar di Keuskupan Bogor di perbolehkan??

  11. Jefri bria says:

    Saya ingin melmar ke keuskupan bogor. Saya sudah tamat seminari. Mohon diinfokan ke no wa ini 081337505232.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.