KEBERANIAN “AMPUTASI”

Renungan Harian
Kamis Biasa, Pekan Biasa VII
Bacaan : Sirakh 5 : 1-8, Mzm 1:1-2.3.4.6, Markus 9:41-50

Keras sekali sabda Yesus pagi ini. Jika anggota tubuh kita membuat kita berdosa, penggalah bagian tersebut.  “Jika kaki menyesatkan engkau, penggallah,karena lebih baik bagimu dengan kaki timpang masuk ke dalam hidup,daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah,karena lebih baik bagimu masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka”. Sabda ini bila ditafsirkan secara harafiah maka tidak terbayangkan lagi kondisi tubuh manusia, hampir mirip seperti mutilasi.

Lewat sabda ini, sesungguhnya Yesus mengajak kita untuk lebih peka dan berani mengintrospeksi diri kita. Adakalanya kita lebih mudah mengoreksi hidup orang lain, menyalahkan orang lain atas segala peristiwa negatif yang terjadi pada kita. Tidak demikian yang dikehendaki Yesus bagi orang-orang yang percaya dan menjadi murid-Nya. Yesus mengajak kita untuk menjaga kekudusan diri kita; berani mengoreksi dan mengitrospeksi diri kita setiap saat. Sakramen Rekonsialiasi merupakan sarana untuk menguduskan kembali hidup kita. Dosa yang membekas dalam jiwa manusia mendapat rahmat pembersihan lewat sakramen rekonsiliasi.

Dalam sabda-Nya hari ini Yesus pun menegaskan perihal damai. “Hendaklah kalian selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai seorang dengan yang lain” (Markus 9 :50). Damai dengan diri sendiri, damai dengan Allah dan damai dengan sesama, memang menjadi kekuatan besar kita menjaga kekudusan hidup, tubuh dan jiwa kita. Semoga hari ini kita dimampukan menjadi pengikut Yesus yang penuh damai, pencipta damai, penyalur damai dan pribadi yang dimampukan mengoreksi diri sendiri. Tuhan memberkati.

RD David

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.