Teladan Santo Yusuf : Belajar Taat Pada Bimbingan Roh Allah

Renungan Harian 
Selasa, 19 Maret 2019
Hari Raya St. Yusuf
Bacaan : 2Sam 7:4-5a.12-14a.16, Rom 4:13.16-18.22, Mat 1:16.18-21.24a / Luk 2:41-51a

Mungkin kita sering mengalami kegalauan dan sulit untuk membuat keputusan harus bersikap atau bertindak. Sulitnya berkeputusan itu kadang membuat kita kecewa, putus asa. Bahkan, tanpa pikir panjang kita lebih suka mencari jalan pintas, tanpa memikirkan dampak atau akibatnya.

Hari ini Gereja merayakan pesta St. Yusuf, suami St. Maria. St. Yusuf dipandang sebagai sosok yang tulus hati, tidak suka mencemarkan nama baik orang lain. Dalam Injil hari ini diwartakan tentang kegalauan dan kekecewaan hati Yusuf, yang mendapati Maria, tunangannya, mengandung sebelum mereka menikah. Secara sosial, kondisi kehamilan yang demikian tentu menimbulkan aib dan rasa malu, bukan?

Bisa kita bayangkan seandainya kita seperti Yusuf, yang galau, kecewa dan sulit untuk bersikap dalam menghadapi kasus tersebut. Jika kita bertindak gegabah pasti akan runyam akibatnya. Dalam keadaan tidak tahu apa yang harus dilakukannya, Allah melepaskan pergumulan Yusuf melalui malaikat utusanNya. Semoga setiap kita mengalami kegalauan dan sulit membuat keputusan, kita bisa meniru sikap Yusuf, yang terbuka pada bimbingan Roh Allah dan taat melaksanakan kehendakNya.

St. Yusuf, ajarilah aku untuk selalu memperoleh petunjuk dari Allah ketika menghadapi dan mempertimbangkan hal-hal yang sulit. Amin.

Penulis : Antoni Purbi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.