Pandang Allah VS Pandang Layar

Ia yang telah mengutus Aku,menyertai Aku! Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

Yohanes 8: 29
Renungan Harian
Selasa, 9 April 2019
Pekan Prapaskah V
Bacaan : Bilangan 21:4-9,Yohanes 8: 21-30

Memandang layar HP menjadi sebuah rutinas yang manusia zaman ini tak terpisahkan. Generasi merunduk merupakan salah satu frasa untuk menggambarkan generasi sekarang. Entah penting atau tidak, memandang layar HP memang mengasyikkan dan sungguh bisa melupakan kebersamaan, keindahan sekitar, kedekatan, dan sebagainya. Sambil berjalan bahkan berkendara sekalipun, adakalanya layar HP senantiasa menjadi fokus pandangan.

Dalam kisah Musa (Bilangan 21:4-9), penyesalan akan dosa pada orang-orang zaman itu akan diselamatkan saat mereka memandang ular pada pancang tiang. Pada saat sekarang, penyesalan akan dosa hanya akan diselamatkan bila kita memandang pada salib Yesus.  

“Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia.” (Yohanes 8: 28)

Dosa sejatinya selalu membawa manusia dalam situasi “ketagihan” dan akhirnya membawa manusia tergerus lebih dalam hidup jauh bahkan menolak Allah. Datang kembali kepada Allah, bangkit dari situasi dosa, memohon pengampunan adalah kunci hidup yang menyelamatkan. Hidup dengan selalu memandang Allah akan selalu menyelamatkan.

Tuhan bawalah aku untuk selalu memandang salib-Mu karena didalam-Nya ada keselamatan, pengampunan, pengharapan dan kehidupan baru. Amin

Penulis : RD David

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.