Komisi Kerasulan Kitab Suci Regio Jawa Teguhkan Pewartaan di Tengah Krisis Lingkungan Hidup

Purwokerto – keuskupanbogor.org: Temu Karya Komisi Kerasulan Kitab Suci (K3S) Regio Jawa merupakan sarana pertemuan tahunan antara 7 keuskupan di Regio Jawa untuk membahas program-program yang berkaitan dengan kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Pada tahun 2019 ini, pertemuan Regio Jawa diadakan di Keuskupan Purwokerto dan bertempat di Rumah Pastoral Hening Griya, Baturaden pada tanggal 2 – 5 Mei 2019.

Ketua Komisi Kerasulan Kitab Suci (K3S) Keuskupan Bogor ,RD A. Adi Indiantono, menghadiri pertemuan ini bersama Tuty Suzana (Bendahara K3S), MF Widyastuti Estiningtyas (Sekretaris K3S), FX Rickoloes P (Ketua KPKS) dan Fred Mandolang (Penasihat KPKS). Tema yang diusung dalam pertemuan kali ini adalah “MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA DI TENGAH KRISIS LINGKUNGAN HIDUP”. 

Perwakilan Komisi K3S Keuskupan Bogor bersama RP Martin Harun OFM serta Mgr. Ch. Tri Harsono (ketiga dan keempat dari kiri).

Acara dibuka dengan Misa yang dipimpin oleh Uskup Purwokerto, Mgr. C. Tri Harsono, yang dalam homilinya merenungkan bacaan injil Yohanes 3:31 – 46, tentang “Siapa yang datang dari atas ada di atas semuanya, siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi….Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya”.

Mgr. Tri menggunakan singkatan LAPAS = Langit, Atas, Pencipta, Allah dan Surga; serta BBCD = Bumi, Bawah, Ciptaan, Duniawi. Mgr. Tri juga mengungkapkan tentang ketaatan, yang dalam konteks pastoral dapat disetarakan dengan kaul.  Semangat Pewarta Gembira harus dapat membuktikan dan memperbaiki lingkungan hidup. Keimanan pewarta Kabar Gembira dapat menjadi teladan kehidupan yang menghargai lingkungan hidup di bumi ini.

Menurut Mgr. Tri, orang yang beriman harus mampu menjaga lingkungan hidup. Tiap pewarta perlu merenungkan, apakah Kabar Gembira sudah dijadikan sebagai sumber kehidupan, saksi keadilan dan bukti kedamaian.

“Krisis lingkungan hidup berarti juga krisis kebenaran dan kebaikan. Oleh karena itu, buah hasil iman harus nyata, penuh sukacita untuk menjaga lingkungan hidup sebagai sesama ciptaan Allah,” ungkap Mgr. Tri.

Penampilan seni musik kentongan dari Banyumas.

Berbagi pengalaman

Acara dilanjutkan dengan pembukaan Temu Karya K3S Regio Jawa oleh Ketua K3S Keuskupan Purwokerto yaitu Romo Ign. Fr. Wong Sani Saliwardaya MSC. Dalam Temu Karya, selain sesi presentasi program unggulan di masing-masing K3S Keuskupan, peserta juga mengikuti acara-acara lain:

  1. Seminar tentang krisis lingkungan hidup dari Bapak GH Soemartono, seorang dosen dan pemerhati masalah lingkungan.
  2. “Outing”, melihat kerja nyata kepedulian Gereja Katolik terhadap masalah Lingkungan di desa Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, di mana Pastor Paroki Cilacap Romo Carolus mentransformasi daerah rawa-rawa payau menjadi kampung pertanian.
  3. Pemaparan Gagasan Pokok Materi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2019 oleh RP Martin Harun, OFM. Sebagai referensinya Romo Martin Harun menggunakan dokumen Ensiklik Laudato Si’ (“Terpujilah Engkau”) dari Paus Fransiskus yang intinya berbicara tentang perawatan bumi, rumah kita bersama yang diilhami oleh St. Fransiskus Asisi. RP Martin Harun memformulasikan tema BKSN 2019 sebagai “MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA DI TENGAH KRISIS LINGKUNGAN HIDUP”. Tema ini mencakup dua aspek utama:
    1. Pemahaman akan krisis ekologis saat ini, dan
    2. Pemahaman akan pesan Alkitab tentang nilai dan tujuan alam ciptaan.
RP Martin Harun, OFM.

Dalam sesi sharing, Keuskupan Bogor memaparkan hasil survei tentang Kitab Suci, yang menghasilkan gambaran seberapa akrab umat dengan Kitab Suci. Di samping itu, K3S Keuskupan Bogor juga akan menyelenggarakan lokakarya bagi fasilitator Kitab Suci agar lebih siap dalam kegiatan BKSN.

Acara terakhir adalah pertemuan para Ketua K3S masing-masing keuskupan, yang menghasilkan program-program Regio Jawa selanjutnya:

  1. Menyelenggarakan PERNAS (Pertemuan Nasional) dan tema BKSN 2021 – 2024,
  2. Rencana Temu Karya K3S 2020 di  Keuskupan Agung Semarang,
  3. Rencana Pelatihan Fasilitator KS 2019/2020 dipusatkan di Keuskupan Agung Semarang, dan
  4. Pemilihan Koordinator Regio Jawa 2020-2022, terpilih: Romo Josep Soesanto (KAJ).

(FX Rickoloes P. – Ketua KPKS St. Yoh. Penginjil Keuskupan Bogor)
Foto-foto: Dok. FX Rickoloes & Lily Karlina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.