Niat, Giat, Semangat

Renungan Minggu
Minggu, 16 Juni 2019
Hari Raya Tritunggal Mahakudus
Bacaan : Amsal 8:22-31, Roma 5:1-5, Yohanes 16:12-15

Pagi ini saya mengajak umat saya di Gereja untuk bersalaman. Tampak seluruh umat menyalami satu sama lain. Saya bertanya kepada mereka, “bagaimana rasanya tadi bersalaman?”. Tak perlu menunggu lama jawaban mereka, saya sampaikan : pasti tadi ada yang salaman tanpa memandang wajah, yang penting salaman, ada yang menjabat, ada yang asal sudah bersentuhan.

Manusia memiliki niat atau kehendak tetapi niat saja tidaklah cukup. Dituangkanlah niat dan kehendak tersebut dalam sebuah perbuatan (usaha). Usaha tentu juga harus ditambahi dengan adanya semangat. Dari praktik salaman tadi kita punya niat bersalaman, ada ungkapannya (perbuatan) tetapi bisa jadi belum tentu ada semangatnya atau rohnya.

Saya ajak umat saya untuk mengulangi salaman dengan menambahkan adanya niatan salaman yang kuat, perbuatan salaman yang berupaya menyampaikan sebuah “energi”, dan lengkapi dengan semangat atau semangat bahwa dalam salaman ini ada berkat yang ingin disampaikan. Praktik salaman pun berhasil. Ada sebuah perbedaan besar dengan salaman yang sebelumya.

Memahami Tritunggal Mahakudus bisa dikaitkan dengan merenungkan setiap karya, kerja, pelayanan dan apapun yang manusia yang lakukan. Perlu adanya tiga aspek penting yaitu niat atau kehendak yang bulat dan kuat, totalitas dalam perbuatan dan tuntas, serta semangat yang menyertainya.

Allah Bapa digambarkan sebagai sosok yang berkehendak. Amsal menggambarkannya dengan baik dalam bacaan pertama bahwa karya Tuhan itu selalu terencana (ada rancangannya).

Allah Putera yang tampak dalam diri Yesus tampil sebagai pelaksana kehendak Bapa-Nya. Hidup Yesus adalah ungkapan dari kehendak Bapa. Maka Allah Putera tampil sebagai sosok yang penuh totalitas dan tuntas dalam perbuatan (karya). Bacaan dari Roma menjelaskan bahwa kita hidup dalam damai Allah karena Kristus.

Allah Roh Kudus tampil sebagai sebuah semangat dan penuh daya. Ada “passion” atau greget. Bacaan Injil dari Yohanes menggambarkannya : Roh Kebenaran. Ketiganya tampil dalam sebuah kesatuan tak terpisahkan.

Semoga cara hidup kitapun menampilkan kesatuan kehendak, perbuatan dan semangat. Hal itu dapat dijumpai dalam berbagai contoh seperti kedatangan kita ke gereja hari ini. Niati maka jangan sampai terlambat, lengkapi dengan membawa kelengkapan doa (Puji Syukur atau Alkitab) dan jangan salah kostum. Totalitas dan tuntas. Ikuti Misa dengan terlibat penuh. Dengarkan, nyanyikan, renungkan sesuai porsinya. Jangan suka curi waktu main HP di Gereja dan bubar sebelum imam meninggalkan altar. Bangun semangat. Ada sebuah antusiasme, jangan pasif, jangan karena terpaksa pula, budayakan senyum salam dan sapa saat jumpa orang di Gereja.

Demikian pula dengan yang lainnya baik dalam profesi, pelayanan, dan aktivitas apapun. Selamat hari Minggu dan Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.