Petunjuk Pelaksanaan Misi Perutusan, Kok Berat Ya!

Renungan Minggu
Minggu, 7 Juli 2019
Pekan Biasa XIV
Bacaan : Yesaya 66 : 10-14c, Galatia 6 :14-18, Lukas 10: 1-12.17-20

Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (Lukas 10 :3)

Ada sebuah perbedaan perilaku ketika anak-anak libur sekolah ketimbang saat mereka sedang masa sekolah terlebih ada ujian. Bangun siang, sulit mandi, tidak lagi belajar atau membuka buku, habiskan waktu bermain hp (game atau You Tube),tetap minta uang jajan dan sulit membantu orang tua di rumah padahal liber sekolah.

Saat sekolah apalagi akan ujian, anak-anak rajin belajar, bangun pagi bahkan bisa jadi subuh, belajar hingga tak tahu tempat ( di mobil/ motor sepanjang jalan ke sekolah), minta berkat imam, dan doanya banyak.

Ternyata hal yang lumrah. Saat hadapi hal-hal yang sulit dan penuh tantangan, manusia diciptakan untuk semakin tangguh dan kuat. Demikianlah juga Yesus menghendaki memiliki murid-murid yang senantiasa punya mental tangguh, siap tempur dan tidak pernah menyerah.

Menjadi orang Katolik ternyata memiliki sebuah standar yang jukup tinggi. Tuhan mengutus kita dalam sebuah medan yang penuh bahaya. Godaan merajalela untuk meninggalkan Yesus. “Ah ngapain ikut Yesus, kok gak kaya-kaya. Hidup juga gini gini aja?”

Mengikut Yesus tidak dijanjikan kemudahan. Yesus menjanjikan penyertaan. Oleh sebab itu hidup yang berat sebagai murid Yesus bukanlah sebuah ketakutan tetapi sebuah perjuangan kebersamaan, diri kita dan rahmat Tuhan yang menyertainya. Kita patut bersukacita karena nama kita terdaftar di surga.

Semoga kita menjadi murid- murid Yesus yang tangguh dan tahan uji. Selamat hari Minggu. Tuhan memberkati.

RD David

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.