Tetap Setia

Jumat, 13 September 2019
PW St Yohanes Krisostomus
Bacaan I : Timotius 1:1-2.12-14
Mazmur   : 16:1.2a.5.7-8.11
Injil    : Lukas 6:39-42

SAUDARA-saudari terkasih dalam Yesus Kristus, terkadang di antara kita juga terjadi kesalahpahaman karena terlalu cepat dalam mengambil keputusan. Ini terjadi karena kurangnya kita memahami akan apa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi. Atau mungkin juga bisa kita terlalu cepat dalam menilai segala sesuatunya, sehingga lebih fokus kepada apa yang kita pikirkan. Komunikasi yang minim pun juga bisa menimbulkan salah paham itu terjadi. Akibatnya, dari pihak yang terlibat timbul suatu konflik dan cenderung mengeluarkan egonya masing-masing. Yang terjadi ialah membenarkan diri sendiri dan menilai orang lain bersalah, dan bisa juga terjadi sebaliknya. Kita dinilai bersalah dan orang lain yang benar.

Menanggapi hal tersebut, melalui bacaan hari ini kita semakin diingatkan akan bagaimana lebih melihat diri sendiri yang sebenarnya rapuh. Rapuh dalam arti kita bukanlah makhluk yang sempurna dan seringkali melakukan kesalahan. Lebih dari itu, kita lupa bahwa kita adalah pribadi yang bersalah dan cenderung meihat dan menilai kesalahan orang lain. Rasul Paulus mengajak kita untuk setia akan hal baik, dan mencoba untuk terus membenahi diri ke arah yang lebih baik lagi. Setia dalam suatu hal yang baik akan mengantar kita kepada gambaran Kerajaan Allah yang penuh dengan kedamaian dan sukacita bersama Allah.

Kesetiaan ini sekiranya juga bisa kita wujudkan dengan menjaga semua orang yang kita sayangi agar tidak terjerumus dalam dosa. Hal yang bisa dilakukan ialah dengan memberikan teladan hidup yang baik dalam perkataan maupun perbuatan. Teladan setidaknya mencoba memberikan gambaran akan pribadi yang sesuai dengan citra Allah. Lalu, contoh kecil yang bisa dilakukan ialah dengan mengingatkan teman-teman atau saudara-saudari kita tentang hal yang tidak baik. Dengan saling mengingatkan, teman dan saudara kita pun dapat terhindar dari perbuatan dosa itu sendiri.

Tuhan senantiasa mengingatkan kita untuk menghindari hal-hal yang tidak baik. Tuhan mengingatkan kita juga melalui perantara tangan kasihNya yakni sesama manusia. Oleh karena itu, janganlah jemu berbuat baik dan terus menyadari diri sebagai manusia berdosa yang tidak luput dari kesalahan. Selain itu, kita juga terus mencoba untuk belajar dan berbenah diri sebagai pengikut Kristus yang setia, karena Ia juga setia untuk kita. (Frater Wolfgang Amadeus Mario Sara / RDHJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.