Tidak Minta Balasan

Senin 4 November 2019
Bacaan I     : Roma 11: 29-36
Bacaan Injil : Luk 14: 12-14

Seorang ibu berperan untuk merawat dan mendidik anak-anaknya. Dari ibu, kita mendapatkan pelajaran mengenai banyak hal dalam hidup. Seorang ibu menjadi perantara kehidupan yang diberikan Allah kepada semua manusia. Namun ia tidak meminta balasan apapun, karena cintanya yang tulus dan menyadari bahwa seorang anak adalah titipan dari Tuhan. Ia memberi dirinya seutuhnya untuk anak-anaknya.

ADA ungkapan bahwa orang kaya dilihat bukan dari banyaknya materi yang ia terima dan miliki, tetapi dari kerelaannya untuk memberi. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus dalam nasihatnya mengajarkan kita untuk memberi tanpa balasan. Ia mengajak kita untuk mengundang orang-orang yang tersingkirkan dan menderita, yang tidak mungkin memberikan balasan. Dengan mengundang mereka, kita dapat melayani secara ikhlas dan memberi mereka kebahagiaan, pertolongan dan kecukupan.

Tindakan untuk memberi ini akan timbul jika kita menyadari bahwa segala yang kita terima dan kita miliki adalah berasal dari Allah. Hal ini juga yang diungkapkan dalam bacaan Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Kesadaran hal ini perlu timbul dari hati kita agar kita dapat memberi dengan tulus dan ikhlas. Selain itu, kita pun diajak untuk memberi karena kita digerakkan atas dasar kasih kepada sesama karena Kristus. Kristus hadir di dalam diri mereka yang menderita, miskin dan tersingkir.

Layaknya seorang ibu yang memberi perhatiannya dengan penuh kasih kepada anaknya tanpa balasan, hendaknya kita pun demikian. Kita memberikan perhatian, pertolongan, kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan dengan penuh kasih dan keikhlasan yang tulus tanpa mengharapkan balasan. Mari belajar untuk memberi tanpa pamrih, karena milik-Nya lah hidup dan semua kepunyaan kita. (Fr. Albertus Aris Bangkit Sihotang)


Ya Yesus, kami bersyukur atas kasih karunia-Mu yang berlimpah bagi kami. Ajarlah kami untuk dapat memberi dan berbagi bukan untuk mengharapkan balasan, namun semata-mata karena Engkau telah mengasihi kami. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: