Waspada

Selasa, 26 November 2019
Pekan Biasa XXXIV 
Bacaan I        : Dan. 2: 31 – 45 
Bacaan Injil    : Luk. 21: 5 – 11 

ADA seorang pemuda dari desa yang baru saja tiba di kota untuk mencari pekerjaan. Sebagaimana kebanyakan orang desa yang datang ke kota, tentu ia belum mengetahui terlalu banyak mengenai kota tersebut. Maka ketika pemuda itu tiba di kota, dia terlihat kebingungan karena suasana kota yang mungkin tidak ditemukan di tempat sebelumnya. Karena kebingungannya itu, ada seorang pria menghampirinya dan menawarinya sebuah tempat untuk tinggal. Si pemuda desa pun mengikuti pria ini karena merasa pria tersebut sungguh baik dan tulus ingin menolongnya. Pria tersebut membantu banyak hal dan juga menjelaskan banyak hal tentang kota itu. Hingga pada suatu hari, si pemuda desa diajak oleh pria ini untuk pergi ke suatu tempat ketika hari sudah sangat malam. Seketika, si pemuda desa teringat oleh pesan dari orang tuanya, “Waspada dan hati-hati bila diajak oleh orang yang belum terlalu kamu kenal, Nak.” Pemuda desa pun menolak dengan sopan ajakan pria tersebut, walaupun sudah banyak sekali bantuan yang diberikan pria tersebut. Si pemuda desa tetap ingin waspada terhadap segala hal dan kemungkinan.

Kisah Injil pada hari ini sama seperti ilustrasi yang dinarasikan di atas. Para murid bertanya kepada Yesus tentang perkataan-Nya yang mengisyaratkan akhir zaman, dan Yesus pun menjawab dengan mengatakan “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan.” Kata-kata Yesus ini pun mengingatkan para murid untuk terus waspada akan segala sesuatu. Kewaspadaan memungkinkan kita untuk berhati-hati dalam bertindak. Artinya, Yesus ingin menekankan bahwa jalan mengikuti-Nya bukanlah jalan yang aman-aman saja dan pasti terhindar dari godaan. Justru ketika mengikuti Yesus, para murid akan mengalami banyak godaan dan cobaan. Banyak orang yang akan mencoba menyesatkan para murid agar jauh dari Yesus. Inilah yang ingin Yesus ingatkan untuk selalu diingat para murid-Nya. Mengikuti Yesus dan menjadi murid-Nya tidak menjadikan hidup mereka selalu aman; justru sebaliknya, mereka harus siap dengan berbagai tantangan yang akan mencobai iman mereka.

Pun demikian dalam kehidupan kita. Setiap orang tentu mengalami godaan atau cobaan dalam bentuk yang berbeda-beda. Ada yang berupa kekuasaan, harta kekayaan, dan berbagai kenikmatan duniawi lainnya. Godaan ini bahkan bisa juga berupa ajaran atau gerakan tertentu yang seolah adalah Kebenaran, namun penuh dengan penyesatan. Tentunya hal ini tidak berarti kita harus selalu bersikap antipati terhadap kektia mbaikan yang ditunjukkan orang lain. Seperti nubuat nabi Daniel pada bacaan pertama dan teguran Yesus pada orang-orang yang mengagumi keindahan bangunan Bait Allah, kita diingatkan untuk tidak terlena pada kemegahan dunia yang hanya bersifat sementara. Pusat hidup kita adalah Kristus, dan hanya pada kerajaan abadi-Nya lah kita menuju.

Sebagai umat yang setia mengikuti Yesus, kita diajak untuk tetap waspada terhadap segala sesuatu, termasuk hal-hal yang kelihatannya baik namun ternyata penuh kepalsuan. Yesus mengajak kita semua untuk tetap waspada; bersikap kritis dan bijaksana terhadap semua hal. Kewaspadaan itu dapat menghindarkan kita dari kesesatan dan mengantar kita pada Kebenaran, yakni Allah sendiri. Waspadalah! Waspadalah!

(Fr. Constantin Reynaldo Adja Mosa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.