Tak Kenal Maka Tak Total

Sabtu, 30 November 2019
Pesta Santo Andreas, Rasul 
Bacaan I     : Rm. 10:9-18
Bacaan Injil : Mat 4: 18-22

ALKISAH, di suatu sore ada seorang anak yang sedang bermain playstation ketika ibunya menyuruhnya untuk membelikan bumbu dapur dan mengambil uang yang ada di meja kamar. Tetapi sang anak tidak kunjung melakukan apa yang diperintahkan ibunya. Lalu ibunya mulai memanggil untuk kedua kalinya, dan dengan segera sang anak menjawab “Iya Bu, setelah ini selesai ya, sebentar lagi aku naik level”. Di panggilan ketiga, sang ayah datang dan duduk di sofa samping sang anak. Dengan lembut sang ayah berkata, “Di pause dulu nanti di lanjutkan lagi, tolong ibumu, sana ke warung sebentar.” Seketika itu juga sang anak melakukan apa yang diperintahkan ayahnya.

Saudara-saudari yang terkasih, sebuah tawaran memiliki nilai sendiri ketika mengetahui siapa yang menyuruhnya. Melalui cerita di atas, kita bisa menduga bahwa sang ayah cukup disegani oleh anaknya. Dari kisah Santo Andreas, Petrus, Yakobus, dan Yohanes dalam bacaan Injil hari ini, kita bisa mengira-ngira bahwa mereka telah mendengar desas-desus baik mengenai Yesus sebelum Ia memanggil mereka. Hal itu dibuktikan dengan tindakan mereka yang menerima begitu saja tawaran dari Yesus. (ay 20,22). Saya menduga bahwa Yesus memiliki kharisma yang demikian istimewa, sehingga hanya dengan mengucapkan beberapa kata pun, orang-orang sulit berpaling dari-Nya. Mereka (Santo Andreas, Petrus, Yakobus, dan Yohanes) pasti memiliki rasa penasaran yang tinggi kepada Yesus. Selanjutnya, selama mendampingi Yesus dalam tiap karya-Nya, para rasul pun menjadi semakin mengenal Yesus. Sebagai saksi-saksi dari wafat dan bangkitnya Yesus, iman dan semangat misionaris mereka pun semakin tersulut. Peristiwa tersebut menjadikan mereka sungguh memahami siapa itu Yesus dan mengapa mereka harus meneruskan karya-Nya di bumi.

Saudara-saudari yang terkasih, pengalaman saya sekiranya serupa dengan Para Rasul. Saya terpanggil menjadi Frater karena penasaran dengan Yesus. Motivasi panggilan saya seperti tidak ada habisnya. Karena ketika saya membaca Kitab Suci, serta menggali lebih dalam tentang Yesus, selalu muncul pertanyaan-pertanyaan lain mengenai Kristus. Dalam berbagai refleksi, saya selalu bertanya siapa Kristus sesungguhnya? Mengapa Kristus disalib? Bagaimana Ia bisa bangkit? Misteri ini yang membekas dalam hidup spiritual saya.

Hari ini kita disegarkan oleh bacaan yang sungguh memotivasi hidup rohani kita. Teladan dari murid-murid Yesus yang pertama menyadarkan kita mengenai totalitas: Mengikuti tanpa syarat, tanpa embel-embel. Ketika kita disuruh atau diajak oleh seseorang, tidak jarang kita mempertanyakan maksud dan tujuannya. Saya merefleksikan bahwa mencari dan menggali lebih dalam merupakan sikap totalitas, terutama dalam hal mengikuti Kristus. Apapun panggilan hidup kita, keinginan untuk mengenal dan menjalin relasi yang lebih intim dengan Kristus memiliki peranan yang sangat penting. Semakin kita mengenal Kristus, semakin besar pula keteguhan hati kita untuk mengikuti-Nya. Merenungkan Kitab Suci, mempelajari ajaran dan tradisi Gereja, menghayati kisah hidup para orang kudus, dan menjadikan doa sebagai sumber tenaga utama dalam hidup tiap hari adalah cara-cara yang dapat kita lakukan untuk semakin mengenal sosok-Nya.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, teladan Santo Andreas yang hari ini kita peringati sungguh menginspirasi kita bahwa mengikuti Yesus Kristus secara ‘total’ menjadikan diri kita berani bersaksi tentang kebenaran. Tradisi mencatat bahwa seperti rasul-rasul lainnya, Santo Andreas pun wafat sebagai martir dengan disalib oleh perintah Aeges. Andreas tergantung selama dua hari pada kayu salib yang berbentuk X di Patras, Achaia dengan tetap berkhotbah di depan kerumunan orang yang melihatnya. Semoga totalitas Santo Andreas yang kita peringati hari ini dapat menumbuhkan iman saudara dan saudari kepada Yesus.

[Fr. Petrus Damianus Kuntoro]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.