The Power of Listening

Kamis, 12 Desember 2019 
Hari Biasa Pekan Adven II
Bacaan 1   : Yes 26:1-6
Mazmur     : Mzm 118:1.8-9.19-21.25-27a
Injil      : Mat 7:21.24-27

PADA hari ini, Gereja merayakan peringatan kepada Santa Perawan Maria dari Guadalupe, Meksiko. Santa Perawan Maria menampakkan diri kepada Juan Diego ketika Juan Diego mendengar suara perempuan yang bernyanyi dalam perjalanannya untuk menghadiri Perayaan Ekaristi. Ia menghampiri sumber suara itu, dan tampaklah sosok Bunda Maria yang bersinar dengan pakaiannya yang berkilauan. Bunda Maria meminta Juan Diego untuk membangun Gereja di tempat yang ditunjukannya agar Bunda Maria dapat memperlihatkan dan membagikan perasaan cinta dan belas kasihnya kepada semua orang yang percaya kepadanya. Singkat cerita, Juan Diego meminta izin kepada Bapa Uskup setempat untuk membangun Gereja berdasarkan permintaan Bunda Maria. Bapa Uskup menyetujui permintaannya setelah Juan Diego melaksanakan permintaan Bunda Maria untuk membawa mantel yang sudah dirangkai dengan Bunga Mawar oleh Bunda Maria sendiri.

Dalam kisah Juan Diego dan melalui bacaan Injil pada hari ini, kita mengetahui bagaimana kekuatan dari mendengarkan itu. Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut agar kita manusia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Tetapi tahukah kita, bahwa tangan kita juga bisa digunakan untuk mendengarkan? Tangan bisa digunakan untuk memberikan isyarat, dan tindakan tersebut dapat digunakan untuk mendengarkan. Tangan yang mendengarkan itu adalah simbol sikap kita untuk tidak reaktif dalam menerima apa yang terjadi dalam hidup kita.

Memang ada hal yang membutuhkan reaksi cepat, seperti membuang sampah pada tempatnya, tetapi ada hal yang perlu diolah terlebih dahulu sebelum bertindak. Misalnya menyebarkan informasi dalam WhatsApp Group yang kebenarannya belum tentu valid dan masih bersifat ‘katanya’, atau melabeli para pemeluk agama lain sebagai seorang berdosa yang perlu dipertobatkan, merupakan beberapa tindakan yang perlu pengolahan dari diri dengan tangan yang mendengarkan. Apa yang menjadi kehendak dan idealisme kita sebagai respons atas yang dihadapi belum tentu menjadi jawaban yang tepat. Biarkan Tuhan bekerja dalam mengolah permasalahan kita alih-alih membiarkan ego diri bekerja.

Kekuatan dari mendengarkan sungguh luar biasa. Mendengarkan memang terdengar sederhana, tetapi terkadang sulit dilakukan, padahal aksi ini memiliki dampak yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itulah Yesus berkata bahwa “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

[Fr. Michael Randy]

Ya Yesus, Engkau selalu hadir bagi kami di setiap waktu. Ajarlah kami untuk selalu mau mendengar Sabda-Mu, sebab hanya di dalam-Mu kami beroleh keselamatan. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: