Kasih Ibu Kepada Beta

Rabu, 1 Januari 2020
HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH
Bacaan I   : Bil. 6:22-27
Mazmur     : Mzm.67:2-3,5,6,8
Bacaan II  : Gal. 4:4-7
Injil      : Luk. 2:16-21

Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia.

BEGITULAH sepenggal lirik lagu Kasih Ibu yang lazim kita dengar. Lagu tersebut menggambarkan bagaimana seorang ibu yang selalu menyayangi anaknya dengan total. Ibu yang menyayangi anaknya tidak pernah mengharapkan balasan. Dengan kata lain, seorang ibu merawat dan mengasihi anaknya tanpa pamrih.

Hari ini merupakan hari pertama dalam tahun 2020 sekaligus merupakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Injil hari ini mengisahkan tentang gembala-gembala di padang yang menjumpai Yusuf, Maria, dan bayi Yesus. Yusuf dan Maria menjaga bayi Yesus yang berbaring di palungan. Gembala-gembala itu sangat bersukaria sehingga memuji dan memuliakan Allah. Momen tersebut menunjukkan keluarga kudus Nazaret yang penuh cinta dan keharmonisan.

Di setiap proses kehidupan, terdapat langkah awal yang sangat menentukan untuk langkah selanjutnya. Hari ini adalah langkah awal dalam tahun 2020 yang akan kita jalani. Kelahiran Yesus melalui Perawan Maria pun merupakan langkah awal dalam rencana keselamatan yang dilakukan oleh Allah. Allah memulai penyelamatan umat manusia yang berlumuran dosa melalui Yesus yang lahir ke dunia.

Bunda Maria sebagai ibu Yesus menjamin kelahiran tersebut, karena ia pun menyayangi Yesus tanpa pamrih. Bunda Maria pun menganggap tugas melahirkan dan merawat Yesus adalah bentuk ketaatan kepada Allah. Tugas tersebut tidaklah ringan, karena banyak tantangan dan pengorbanan yang harus dilakukan. Akan tetapi, kehangatan sosok ibu dan rahmat Allah membantu Bunda Maria untuk menjalankan tugasnya dengan baik.

Bunda Maria dan ibu kita masing-masing adalah simbol kerahiman Allah yang penuh belas kasih. Kasih setia Bunda Maria dapat kita rasakan dalam kasih sayang ibu kita masing-masing. Ibu kita masing-masing telah melahirkan dan merawat kita karena mempunyai rasa cinta yang tulus.

Sebagaimana seorang ibu yang melahirkan kehidupan baru, awal tahun baru ini melahirkan harapan dan kekuatan untuk menjalani tahun 2020. Harapan dan kekuatan tersebut dimungkinkan hadir karena Sang Juru Selamat telah lahir di dunia ini melalui kehangatan Bunda Maria. Semoga tahun baru ini melahirkan harapan untuk semakin menjalani hidup dengan penuh cinta dan semangat. Selamat tahun baru!

[Fr. Ignatius Bahtiar]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.