Usaha yang Disertai Rahmat

Selasa, 4 Februari 2020
Hari Biasa, Pekan Biasa IV
Bacaan I        : 2 Sam. 18: 9 – 10. 14b. 24 – 25a. 30 – 19: 3
Bacaan Injil    : Mrk. 5: 21 – 43

FENOMENA pada dunia medis sekarang ini sungguh menarik. Ada dua fenomena yang mungkin saat ini sedang booming, yakni kesembuhan medis secara definitif (penggunaan obat, pergi ke dokter), dan masih ada juga orang yang percaya kesembuhan melalui dukun, ‘orang pintar’, dan lain sebagainya. Fenomena yang kedua ini masih digandrungi oleh beberapa kelompok masyarakat. Apa buktinya? Buktinya, di beberapa stasiun televisi ataupun berita masih banyak yang menampilkan ‘teknik penyembuhan’ semacam itu. Mungkin terlihat dari kelompok masyarakat menengah ke bawah yang masih kesulitan dalam ekonominya cenderung mudah terkesan dengan metode-metode seperti ini. Tetapi, lewat metode mana pun, satu tujuan yang diharapkan untuk dicapai: kesembuhan.

Pada hari ini kita mendengarkan bacaan Injil tentang bagaimana orang yang menginginkan kesembuhan dari Yesus sendiri. Berbondong-bondong orang datang kepada-Nya untuk memohon meminta kesembuhan. Dari yang berteriak minta tolong, bahkan sampai yang percaya bahwa hanya dengan menyentuh jubah Yesus saja ia akan sembuh. Menariknya pada kisah ini, Injil Markus menggambarkan bahwa kesembuhan yang terjadi dan yang dilakukan oleh Yesus itu justru datang dari jemaat itu sendiri. Artinya, inisiatif atau keinginan untuk mengalami kesembuhan menjadi syarat utama. Baik itu yang menghampiri Yesus langsung dan meminta kesembuhan ataupun juga yang percaya dengan menyentuh jubah Yesus, dia akan sembuh. Ada tiga poin penting yang ingin disampaikan di sini, yakni usaha, kerendahan hati, dan iman. Kita perlu melakukan usaha dengan datang kepada Yesus untuk meminta kesembuhan. Usaha ini perlu dibarengi dengan kerendahan hati untuk menerima semua kehendak Allah. Akhirnya, iman kepada Yesus lah yang mampu membebaskan kita dari penyakit yang diderita.

Sebagai Kristiani, tiga poin penting yakni usaha, kerendahan hati, serta iman ini pun harus selalu nampak. Tidak hanya ketika kita ingin memohon kesembuhan, tetapi juga di dalam setiap permohonan kita perlulah tiga poin ini. Artinya, kita tidak hanya mengandalkan dan ‘menuntut’ Tuhan agar permohonan kita dikabulkan, tetapi perlu juga ada usaha kita. Berobat ke dokter, bekerja sungguh-sungguh, atau belajar dengan baik menjadi usaha-usaha yang dapat kita lakukan untuk mencapai keinginan kita. Dengan penuh kerendahan hati, kita menyadari bahwa kita manusia lemah yang selalu membutuhkan bantuan Tuhan. Segala usaha kita tidak ada artinya apabila kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Sebab pada akhirnya, hanya rahmat Tuhan yang mampu memberi kesembuhan atau mengabulkan permohonan kita. Untuk memperolehnya, tentu diperlukan iman yang tak tergoyahkan; iman yang meyakini bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu, dan bahwa kehendak-Nya adalah yang terbaik untuk kita.

(Fr. Constantin Reynaldo Adja Mosa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.