Tanda dari Tuhan

  • Senin 17 Februari 2020
  • Bacaan I :  1 Yakobus 1: 1-11
  • Bacaan Injil : Markus 8: 11-13

Alkisah terjadi suatu banjir besar di sebuah kota. Rumah-rumah yang ada hampir semuanya tenggelam. Ada seseorang yang berhasil selamat dengan naik keatas atap rumah. Ia memohon pada Tuhan agar ia diselamatkan keluar dari banjir itu. Lalu munculah seseorang yang mengambang diatas sebuah batang pohon yang patah, Ia berkata “hai kawan kemarilah turun naik diatas batang pohon ini, sebab pohon ini akan membawa kita ke tempat yang aman” namun orang yang diatas atap itu tidak mengindahkannya, ia masih  berharap mukjizat dari Tuhan. Lalu selang beberapa waktu ada lagi beberapa orang yang menggunakan perahu kecil yang saling berdesak-desakan diatas perahu kecil itu, mereka pun berkata “heii kawan mari naik keatas perahu ini, sebab jika kau menunggu disana mungkin kau akan kelaparan, perahu kecil ini akan membawa kita ke tempat yang kering,” namun orang diatas atap itu tetap tidak mengindahkan mereka. Karena masih berharap pertolongan dari Tuhan. Hingga pada akhirnya tidak ada seseorang pun ang lewat. Ia pun kelaparan dan akhirnya meninggal. Sedangkan orang yang mengapung dibatang pohon dan beberapa orang yang menaiki perahu kecil meski harus berdesak-desakan meraka selamat.

Terkadang kita memohon kepada Tuhan agar Tuhan sungguh mau hadir menyelamatkan kita disaat-saat yang genting, namun terkadang kita terlalu fokus dengan suatu keajaiban yang fantastis yang sungguh datang dari Allah, tetapi tanpa disadari Tuhan sungguh hadir lewat tanda-tanda yang biasa yang dapat sungguh membantu kita. Karena biasa bahkan nampaknya meragukan bagi kita, kita pun menganggapnya itu bukanlah sesuatu yang datang dari Tuhan, padahal disanalah Tuhan hadir. Orang yang mengapung di batang pohon dan orang-orang yang menaiki perahu kecil meski berdesak-desakan terlihat biasa dan nampak meragukan karena mengapung diatas pohon mungkin dapat membuar orang mati kedinginan karena separuh badan terendam di air atau beberapa orang yang berdesak-desakan di atas perahu kecil nampaknya nanti dapat tenggelam, namun nyatanya meraka semua selamat.

Dalam surat Yakobus dikatakan “hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang.” Permohonan yang kita sampaikan kepada Tuhan tentulah harus dengan iman namun dalam melihat kehadiran Tuhan kita pun jangan bimbang tetapi yakin bahwa hal yang mungkin biasa nyatanya adalah Tuhan yang sungguh hadir. Sehingga kita tidak perlu lagi seperti orang-orang Farisi yang menuntut tanda real yang datang dari surga tetapi tanda itu sudah sungguh hadir. Fr. Albertus Aris

Tuhan Yesus, bukan tanda yang kami minta, melainkan Iman yang mendalam untuk senantiasia menaruh Harapan kepada-Mu, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.