Totalitas Kesetiaan

Sabtu, 29 Februari 2020
Hari Sabtu sesudah Rabu Abu 
Bacaan I     : Yes 58:9b-14
Bacaan Injil : Luk 5:27-32                                                        

“… Maka berdirilah lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikuti Dia.”

SAUDARA-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, menjadi pengikut Yesus memang bukan hal yang mudah untuk diterima begitu saja. Yesus adalah sosok yang cukup kontroversial dalam masa itu, maka mengikuti dia berarti menambahkan daftar ‘musuh’ di hidup pengikut-Nya. Namun, pemahaman semacam ini hanya dimiliki bagi orang-orang yang tidak siap menghadapi Yesus, Sang Penyembuh. Sebab orang tersebut sesungguhnya belum menyadari apa yang memang dibutuhkan dalam kepenuhan hidupnya saat itu. “… Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”(Mat 6:33)

Kisah dalam Injil hari ini sungguh menarik. Tahukan Wnda, bahwa dalam pemerintahan saat itu orang-orang yahudi dibebankan tiga pajak : (1) pajak bangsa Romawi, (2) pajak Herodes, dan (3) pajak Bait Allah. Kaum Lewi adalah orang-orang yang diberikan tugas untuk menjadi pemungut pajak Romawi, itulah sebabnya mereka disebut sebagai orang berdosa. Konsep orang berdosa menurut orang Farisi kepada Lewi saat itu adalah berdiri di atas penderitaan bangsanya sendiri dan menjadi antek orang Romawi. Refleksi yang menarik pada bacaan hari ini, saya akan mengarahkan pada sikap orang-orang Lewi yang justru dipilih Kristus Yesus untuk menjadi murid-Nya.

Sorotan utama dalam bacaan hari ini adalah alimat “ia meninggalkan segala sesuatu lalu mengikuti Dia”–sebuah sikap yang sangat di luar dugaan. Apa yang dimaksud sebagai patuh dan setia? Apakah seperti janji kemiliteran dalam pemerintahan negara-negara? Atau ikrar seorang anak muda untuk menjadi imam? Tapi terutama peristiwa yang sama terjadi pada Para Rasul dalam Luk 5:11;5:28;9:23;9:61-62; 14:27. Kita diingatkan bahwa jika kita rela meninggalkan segala kesenangan duniawi, kelak kita akan mendapat ganjaran, yaitu menerima hidup yang kekal. (Mat 19:29)

Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, Injil Lukas pada hari ini mengajarkan pada kita bahwa seberapa pun dosa manusia, ketika kita datang kepada Bapa dan memohon pengampunan, maka Dia akan senantiasa mengubahmu (Mat11:28). Janganlah menjadi malu bila kita memiliki dosa. Hadapilah semuanya teguh dalam iman dan senantiasa datang kepada Allah Bapa dan memohon pengampunan. Karena sedikit orang-orang yang menyadari bahwa dirinya telah berdosa. Terutama sedikit pula yang menyadari bahwa Yesus datang kedunia untuk memanggil orang benar. Tuhan memberkati.

[Fr Petrus Damianus Kuntoro]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.