Tidak Peka karena Sudah Terbiasa

Senin  2 Maret 2020
Pekan Prapaskah I
Bacaan I :  Im 19: 1-2.11-18
Bacaan Injil : Mat 25: 31-46

DI era serba digital ini segala sesuatunya dapat dilakukan dan diketahui hanya dari genggaman. Hampir semua masyarakat urban saat ini memiliki smartphone. Seharusnya smartphone bermanfaat untuk membantu manusia dalam perkembangan kemanusiaannya. Namun mirisnya, penggunaannya bisa juga membuat manusia tidak lagi peka dengan sekitarnya. Manusia saat ini justru terbuai dengan kebiasaan baru, yaitu kebiasaan menunduk; fokus hanya melihat smartphone-nya sehingga hal-hal yang terjadi di sekitarnya tidak diperhatikan. Karena manusia menunduk melihat smartphone-nya, tidak jarang ada peristiwa kecelakaan yang terjadi karena hal ini. Bahkan ada pula yang hanya menggunakan smartphone-nya untuk merekam peristiwa kecelakaan hanya untuk menjadikannya viral, tanpa melakukan apapun untuk menolong korban di tempat kejadian.

Hal lain lagi, karena terlalu sering mendapat informasi mengenai keprihatinan dunia lewat smartphone, kepekaan kita terhadap hal-hal yang memprihatinkan pun malah jadi tumpul. Hati kita menjadi beku; tidak ada lagi keinginan untuk membantu meringankan penderitaan orang lain.

Bacaan Injil pada hari ini bukanlah hanya ingin menakut-nakuti manusia mengenai apa yang terjadi saat dunia menghadapi hari akhirnya. Lebih jauh, bacaan ini hendak mengingatkan kita untuk senantiasa berjiwa dan berhati sosial. Di dalam jiwa sosial, ada unsur empati dan simpati yang diukur lewat seberapa peka kita terhadap hal-hal terjadi di sekitar kita. Kepekaan ini terutama kepada orang-orang yang menderita dan sedih, yang mungkin adalah orang terdekat kita, namun sering terabaikan karena kita terlalu fokus dengan smartphone kita.

Di masa prapaskah ini, mari kita merefleksikan kembali semua kebiasaan kita yang menjadikan kita abai terhadap panggilan Allah untuk kita, yang mengutus kita untuk menjadi pewarta cinta kasih-Nya. Jangan sampai kebiasaan-kebiasaan itu malah menjauhkan kita dari kesempatan untuk melayani sesama. Mari menggunakan segala berkat Allah–termasuk smartphone dengan lebih bijaksana, sebab “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukan-Nya untuk Aku”.

[Fr. Albertus Aris Bangkit Sihotang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.