Mengandalkan Kekuatan Sendiri

Kamis, 12 Maret 2020 
Pekan Prapaskah II
Bacaan 1   : Yer. 17:5-10
Mazmur     : Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8
Injil      : Mat. 7:7-12

MEMASUKI minggu kedua prapaskah, godaan untuk menjauh dari komitmen pertobatan dalam retret agung ini biasanya semakin besar. Komitmen pantang dan puasa yang dengan semangat dibuat ketika Rabu Abu mulai terasa berat. Tentunya ada usaha yang telah kita lakukan agar tetap setia pada komitmen masing-masing. Tetapi, ketika usaha kita ini menemui jalan buntu dan kita berpikir usaha kita sia-sia, apakah kita memilih untuk jatuh ke dalam pencobaan dan memilih untuk menjauh dari komitmen itu? Ataukah kita memilih untuk mengandalkan Tuhan agar menguatkan kita untuk melalui masa puasa dan pantang ini?

Bacaan pada hari ini memberitahu kita mengenai pentingnya mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Ketika kita melihat apa yang kita lakukan menemui jalan buntu, kita diajak untuk tetap setia kepada-Nya dan percaya bahwa Ia akan memberikan jalan terang untuk kita. Jalan terang yang diberikan merupakan sesuatu yang dapat dijangkau oleh panca indera kita, sehingga kita hendaknya menjadi peka untuk menerima dan menyadari jalan terang itu. Pengalaman sehari-hari, orang yang berinteraksi dengan kita, cuaca, dan apapun yang diberikan oleh alam merupakan contoh kecil dari jalan terang yang ditunjukkan Tuhan jika kita percaya kepada penyertaan-Nya. Selain itu, kita juga diajak untuk tidak sombong di hadapan-Nya. Kita tidak berlagak tidak butuh Tuhan, tidak mengandalkan kekuatan sendiri, atau tidak peka terhadap pertolongan dan pemberian-Nya karena kita terlalu fokus pada kemampuan kita

Walaupun kita diajak untuk mengandalkan Tuhan dalam segala hal, bukan berarti kita menepikan usaha kita sendiri. Ingat dan percayalah bahwa Tuhan menghargai setiap usaha yang kita perbuat. Tuhan senantiasa menyertai umat-Nya yang pantang menyerah. Ia mendampingi dan membimbing kita untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan dari apa yang kita doakan. Pada akhirnya, ingatlah akan pepatah ini jika usaha kita menemui jalan buntu: lakukanlah usaha yang terbaik untuk hidup kita, dan percayakanlah hasilnya kepada penyelenggaraan Tuhan.

[Fr. Michael Randy]


Allah Bapa yang berbelas kasih, kami bersyukur sebab Engkau telah menunjukkan jalan kebenaran-Mu kepada kami. Tanamkanlah Sabda-Mu dalam hati kami, sehingga kami pun terhindar dari jalan-jalan yang sesat. Hanya di dalam-Mu kami temukan kekuatan dan kebahagiaan yang sejati, sebab Engkaulah Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.