Kebangkitan-Mu Mengutus Aku

Sabtu, 18 April 2020

Hari Sabtu Dalam Oktaf Paskah

Bacaan I  : Kis 4: 13-21 

Bacaan Injil : Mrk 16:9-15

BAGIAN perikop dalam bacaan Injil hari ini merupakan penutup kanonik Injil Markus. Bacaan hari ini menampilkan soal iman. Iman senantiasa diuji agar nampak keteguhannya (2 Kor 13:5). Saudara-saudari yang terkasih, bila kita menyimak ke dalam kisah hari ini, ketidakpercayaan para murid Yesus terjadi hingga tiga kali (ay 11,13b,14c). Bagi manusia memang kebangkitan suatu hal yang diluar nalar. Mukjizat selalu mengatasi akal budi manusia. Penampakan Yesus menjadi sarana untuk perutusan para murid, namun kesadaran itu baru terjadi ketika Yesus menampakkan dirinya secara langsung kepada mereka dalam perjamuan makan (ay14) Saudara-saudari, Anda pun dipanggil, namun percayakah Anda?

Saudara-saudari terkasih, berbicara mengenai iman, saya terinspirasi dengan bacaan Jumat Agung  yang lalu. Dikatakan seperti ini, “…Setiap orang berasal dari kebenaran pasti mendengarkan Aku…”(Yoh 18:37c). Mengapa saya mengutip ayat ini, karena Iman selalu berkaitan dengan kebenaran. Dan tidak semua orang dapat menerima kebenaran secara langsung. Budaya, tatanan sosial, pendidikan, tradisi dan bahasa akan turut mempengaruhi bagaimana kebenaran itu diterima. Kebenaran yang berasal dari Allah tidak selalu sejalan dengan elemen-elemen di atas, namun Yesus sudah mengatakannya terlebih dahulu, “…setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal diri dan memikul salib…”(Mat 10:38, Mrk 8:34, Luk 9:23). Elemen-elemen di atas mungkin merupakan salib yang harus dipikul dan disangkal.

Saudara-saudari, Allah memanggil semua orang dengan cara yang unik untuk percaya. Tetapi sekali lagi, manusia diberikan kehendak secara bebas untuk memilih, Para murid juga seperti itu, ketika Maria Magdalena memberitahu mereka tidak percaya (ay 10), ketika dua orang murid memberitahu mereka juga tidak percaya (ay 13), pada akhirnya harus Yesus sendiri yang datang kepada mereka agar percaya.

Saudara-saudari, saatnya bagi kita menyadari panggilan-panggilan unik dari Allah kepada kita. Terutama dalam masa Paskah ini, mari kita sadari bahwa kita semua dipanggil walau di tengah wabah ini. Tuhan memberkati.

[Frater Petrus Damianus Kuntoro]


Bapa yang Maha-Baik, ajarlah kami untuk peka terhadap panggilan-Mu. Tuntunlah kami senantiasa pada kebenaran-Mu agar iman kami semakin kuat mewartakan kabar sukacita-Mu. Ini semua kami mohon dengan perantaraan Kristus Tuhan Kami. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.