Mengikuti Gerak Roh Kudus

Senin 20 April 2020

Pekan Oktaf Paskah

Bacaan I : Kis 4: 23-31

Bacaan Injil : Yoh 3 : 1-8

Ke mana angin bertiup, ke situlah aku melangkah. Kerap kali kita mendengarkan peribahasa ini dan memaknainya hanya sebatas kebebasan. Tetapi di dalam Injil hari ini Tuhan menggunakan perumpamaan ini. Di beberapa kitab dalam Kitab Suci kerap kali menggunakan simbolisasi angin untuk kehadiran roh. Oleh sebab itu, para penafsir Kitab Suci kerap kali mengartikan angin sebagai kehadiran Roh.

Di dalam bacaan injil hari ini, Nikodemus mempertanyakan maksud dari ucapan Yesus. Yesus berbicara mengenai suatu kelahiran baru dalam Roh, dan bagaimana hidup manusia digerakkan oleh Roh yang memungkinkannya memandang Kerajaan Allah, bahkan menuntunnya masuk ke dalam-Nya.

Di zaman ini kemajuan teknologi informatika membuat setiap orang dapat menerima segala informasi. Namun demikian, kerap kali ada beberapa informasi yang menjauhkan kita dari kebenaran dan kebaikan. Orang-orang yang menerima informasi mentah-mentah tanpa diklarifikasi terlebih dahulu membuat pola pikirnya dibentuk oleh informasi tersebut, bahkan sampai pada keyakinan terhadap kebenaran dari informasi itu. Setelah diyakini lalu dijadikan sebagai panutan yang sebenarnya mungkin jauh dari kebenaran dan kebaikan. Terkadang informasi yang diyakini dan dipraktikkan itu terjadi karena adanya hasrat kedagingan manusia, yang selalu butuh pengakuan dari orang lain.

Oleh sebab itu, Yesus mengajak kita untuk hidup bukan berdasarkan perkataan dunia, melainkan berdasarkan gerakan Roh. Angin bergerak kemana ia mau, begitu pula Roh bergerak bukan karena keinginan manusia, tetapi karena kehendak-Nya sendiri. Kita pun tidak tahu dari mana asalnya, dan kemana perginya. Namun Gerak Roh Kudus terus membawa kita kepada Kerajaan Allah, suatu kebenaran dan kebaikan. Mari kita ikuti suara Roh Kudus yang berasal dari hati kita yang terdalam, dan mari kita sangkal keinginan kedagingan kita, agar tkonfirmasi dari informasi yang seolah-olah baik dan benar serta mendukung hasrat kedagingan kita tidak lagi menang atas diri kita.

[Fr. Albertus Aris Bangkit Sihotang]


Allah Bapa di Surga, di tengah dunia yang membingungkan dan penuh kebisingan ini, semoga kami tetap selalu bisa mendengar suara Roh-Mu yang akan membimbing kami masuk ke dalam Kerajaan-Mu. Sebab Kristus-lah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.