“Jika Tuan Percaya Dengan Segenap Hati, Tuan Boleh Dibaptis”

Kamis, 23 April 2020

Hari Biasa Pekan Paskah III

Bacaan 1          : Kis. 8:26-40

Mazmur           : Mzm. 66:8-9,16-17,20

Injil                  : Yoh. 6:44-51

 

<p>Perkataan Filipus kepada sida-sida yang berasal dari Ethiopia menjadi pesan yang mengingatkan kita alasan kita dibaptis. Kita percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang menderita, sengsara, wafat dan bangkit demi kita. Kita percaya bahwa Dialah roti hidup yang memberikan kita keselamatan kekal. Kita percaya bahwa Ia sungguh-sungguh mengasihi kita dan memberikan yang terbaik untuk kita. Kita percaya bahwa kita akan mendapatkan kehidupan kekal. Dan hal-hal yang kita percayai lainnya diucapkan dan dirasakan ketika menghadiri perayaan ekaristi. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah: apakah kita sungguh-sungguh percaya dengan apa yang kita katakan?

 

Apa yang kita lakukan merupakan respon dari kehendak bebas yang kita miliki untuk menjadi seorang Katolik. Dengan sungguh-sungguh percaya terhadap apa yang kita katakan tersebut, kita menjadi seorang Katolik yang bukan kaleng-kaleng: bermutu dan kuat dalam iman, luar dan dalam. Kuat dari dalam berarti mendapatkan pengetahuan dan pengenalan tentang firman Tuhan yang cukup. Hendaknya sumber pengetahuan yang didapat berasal dari sumber-sumber terpercaya, bukan sekadar dari pesan-pesan yang tidak jelas sumber dan masalahnya. Setelah kuat dari dalam, kuat ke luar juga merupakan sesuatu yang tidak kalah penting. Perbuatan kasih kita kepada sesama itulah yang membuat iman kita kuat ke luar. Seperti perkataan Santo Yakobus bahwa iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati (Bdk. Yak. 2:26), hendaknya kita melakukan perbuatan dan tindakan nyata sebagai bentuk dari iman kita. Karena Yesus Kristus telah memandatkan perintah untuk mengasihi sesama, alangkah baiknya kita melakukan apa yang diperintahkan-Nya. Tuhan Kita Yesus Kristus telah membuktikan dan memberikan contoh kepada kita. sekarang giliran kita untuk melakukannya.

 

Sukacita yang menggelora di dalam hati sida-sida setelah dibaptis menjadi contoh bahwa menjadi murid Kristus membawa sukacita di dalam hati. Keputusan untuk menjadi Murid Kristus membuat kita merasakan suasana rumah yang penuh kehangatan dan mampu meluapkan apa yang kita rasakan ketika dalam kehidupan sehari-hari kesempatan tersebut tidak diperoleh melalui sakramen dan persekutuan antarjemaat. Hendaknya sebagai murid Kristus, kita juga mampu memberikan sukacita kepada orang lain yang membutuhkan. Wartakanlah iman dengan kasih yang membuat orang percaya bahwa Ia sungguh-sungguh mengasihi kita semua sekaligus membuat kita bisa menjawab pernyataan yang menjadi judul dari renungan ini. Fr. Michael Randy

 


 

Bapa yang Maha Pengasih, semoga kami senantiasa mampu memberikan damai dan sukacita kepada setiap orang dengan perkataan dan tindakan kami di mana pun kami berada. Buatlah kami untuk menyadari iman kami kepada-Mu dengan perbuatan kasih kami kepada sesama. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.