‘Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup’

Jumat, 08 Mei 2020

Pekan IV Paskah

Bac I. Kis 13:26-33

Mzm. 2:6-7.8-9.10-11

Bac. Injil. Yoh 14:1-6

 

Manusia mempunyai organ tubuh yang merasakan dunia dan juga pikiran yang membangun dunia. Secara fisik maupun batin, manusia menggunakan keduanya untuk membuat diri berkembang. Wajar bila terkadang manusia memilih untuk memenuhi keinginan pribadi yang baik untuk tujuan semata. Namun, kita juga bisa melakukan hal yang merugikan orang lain. Hal ini terjadi oleh karena manusia tahu, mampu, dan dapat melakukan banyak hal. Hal inilah yang membuat kita berhasil namun setelahnya cenderung kita melupakan orang-orang lain yang sebenarnya membantu dalam hal ini. Sehingga, secara manusiawi kita baik diminta atau tidak pun, ada orang lain yang bergerak membantu dan mendukung kita semua. Kurang baik juga apabila kita berkata hal baik kepada orang lain namun kita tidak membantu mengarahkan orang lain untuk bergerak dalam hal baik itu pula. Lantas, apa yang harus kita sikapi dari hal ini ?

Injil hari ini  menyatakan bahwa  Yesus adalah jalan keberanan dan hidup. Segala hidup dan perbuatan juga pengorbanan-Nya di kayu salib itulah cara hidup yang baik dan benar serta menghantar kepada Allah. Maksudnya ialah hidup kita senantiasa diarahkan untuk berkenan dihadapan Allah dan sesuai dengan apa yang Allah ajarkan kepada kita di dunia ini. Kehadiran-Nya bisa kita rasakan lewat sesama kita yang mengasihi, mengampuni, dan memberi pengharapan. Sehingga, dari hal ini kita bisa mengambil makna yakni Yesus adalah pribadi yang tidak hanya berkata sebagai jalan yang baik dan benar itu, namun Ia juga turut mengarahkan kita bagaimana menghidupi kehidupan sebagai orang yang beriman itu. Ia mengarahkan bagaimana dalam hidup itu ada hendak berbagi, berkorban, membantu, dan juga melayani dengan penuh kasih. Berbeda dengan sikap kita sebagai manusia yang cenderung meluakan orang lain dan tidak membantunya untuk berkembang. Yesus mengajarkan banyak hal dan bagaimana tetap kuat dalam menghadapi godaan hidup ini.

Oleh karena itu saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, marilah kita jangan gelisah akan hidup kita masing-masing. Tidak menjadi gelisah akan keduniawian yang tidak-lah abadi. Marilah hidup pada jalan yang hidup dan benar sesuai yang dtitunjukan-Nya kepada kita. Mengapa ? Karena dengan ini pula kita berpasrah dan menyerahkan segala hal baik datang dari Allah sendiri. Kita hanya diminta untuk berbuat baik dan benar sesuai pada jalan-Nya dan tempat kita di dunia ini. Hal sederhana yang dapat dilakukan ialah berbuat yang adil dan tidak mengadili siapapun dengan main hakim sendiri seperti yang dilakukan orang Yerusalem dan pemimpinnya untuk menghukum Yesus. Kita bukanlah yang benar dari yang benar. Kita hanyalah orang yang menghidupi kebenaran itu. Lalu, kita bukan mengadili namun kita berbuat kasih dengan mau mengampuni sesama yang bersalah kepada kita agar kita pun hidup damai dengan semuanya. Penting juga ialah baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

[Fr. Wolfgang Amadeus Mario Sara]

Allah sumber segala kebenaran dan kebaikan. Puji Syukur atas anugerah yang kami rasakan hingga saat ini. Kami boleh saling mengasihi satu sama lain  Ajarlah kami untuk mengasihi dengan baik dan bukan dengan menjatuhkan sesama agar kami pun beroleh berkat karunia seperti ini dari-Mu Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.. Amin.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.