Bukan Sekadar Hasil Undi

Kamis, 14 Mei 2020 

Pesta St. Matias, Rasul

Bacaan 1       : Kis. 1:15-17,20-26

Mazmur         : Mzm. 113:1-2,3-4,5-6,7-8

Injil          : Yoh. 15:9-17
Hari ini Gereja merayakan Pesta St. Matias, Rasul. St. Matias merupakan salah satu murid yang bersama-sama dengan Yesus dari pembaptisan Yesus sampai kenaikan-Nya ke surga. Ia merupakan rasul yang dipilih untuk menggantikan Yudas Iskariot yang berkhianat dan memutuskan untuk bunuh diri. Pemilihan ini dilakukan agar tergenapi nas mazmur yang menyatakan bahwa jabatannya harus diambil oleh orang lain (bdk. Mzm. 69:26, 109:8). Bermodalkan sebagai murid Yesus sejak pembaptisan-Nya sampai kenaikan-Nya ke surga, kualitas rasul Matias tidak dapat diragukan lagi, meski ia dipilih dari undian. Ia merupakan rasul yang setia, tekun dan bersemangat prihatin walaupun ia jarang disebut dalam kitab Perjanjian Baru.

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku yang memilih kamu”. Perkataan Yesus ketika perjamuan terakhir mengingatkan kita bahwa kita dipilih Tuhan untuk menjadi murid-Nya. Jika Tuhan memilih Matias menjadi rasul dari hasil undi, Tuhan juga memilih kita menjadi murid-Nya dari pembaptisan, baik dari baptis bayi maupun baptis dewasa. Bagi yang mengalami baptis dewasa, keputusan untuk dibaptis berasal dari sentuhan Tuhan dalam hidup sehari-hari dan sungguh-sungguh merasakan hidup baru dengan menjadi murid Kristus. Lalu bagaimana dengan yang baptis bayi? Apakah tidak dapat merasakan hidup baru dan menjadi seorang Katolik yang sejati?

Ada pepatah mengatakan bahwa seorang ‘pencipta mengetahui ciptaannya dengan sangat baik’. Tuhan sang pencipta sungguh-sungguh mengetahui ciptaan-Nya dengan sangat baik, terlebih ciptaan-Nya ini secitra dan serupa dengan-Nya. Tuhan memberikan kehendak bebas kepada kita untuk merasakan kasih Tuhan secara maksimal. Tuhan memilih kita sejak kecil untuk menjadi murid-Nya dan Tuhan ingin kita, dengan kehendak bebas yang dimiliki, untuk memurnikan diri sebagai murid Tuhan. Dengan demikian, kita sungguh-sungguh dipilih oleh Tuhan dan membiarkan diri dibentuk oleh-Nya agar layak dan pantas menjadi pilihan-Nya. Seperti Matias yang memiliki modal yang kuat untuk menjadi rasul meskipun dipilih berdasarkan hasil undi, marilah kita senantiasa memperbarui diri dan membuat kita semakin layak untuk dipilih oleh-Nya. Pada akhirnya kita dapat mempertanggungjawabkan apa yang kita perbuat kepada-Nya ketika perjalanan kita di dunia telah selesai.

[Fr. Michael Randy]

Allah Bapa pencipta alam semesta, harmonikanlah kehendak kami dengan kehendak-Mu seperti Engkau menciptakan dunia dan isinya dengan penuh keharmonian. Semoga kami mampu menyadari bahwa kehendak-Mulah yang terbaik bagi kami. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.