Allah Belas Kasih

Sabtu, 16 Mei 20 20

Hari Biasa Pekan Paskah V

Bacaan I     : Kis 16:1-10                                                                                
Bacaan Injil : Yoh 15:18-21

 

Saudara-saudari terkasih, dalam sebuah rekoleksi untuk para pelajar saya bertanya kepada mereka, “siapa yang mau mengikuti Yesus?” Semua siswa secara antusias mengangkat tangan, lalu dalam slide power point saya tampilkan kutipan Matius 16:24 ‘Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikuti Aku’. Sambil menjelaskan maksud dari kutipan ini, saya bertanya lagi kepada mereka, “siapa yang mau mengikuti Yesus?” Mulai ada yang ragu untuk mengangkat tangan.  Setiap manusia pasti menghindari penderitaan dan mendekatkan diri pada kebahagiaan. Namun ada pepatah ‘berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian’. Dan Gilbert seorang entrepreneur pernah berbicara di TED Talk bahwa kebahagiaan dapat disintesiskan dengan sistem kekebalan psikologis. Ini merupakan upaya kinerja otak untuk mengubah kesulitan jadi kebahagiaan. Menyintesis kebahagiaan sebuah peluang yang cukup menarik untuk memberi rangsangan positif dalam menjalani hari-hari. Dalam spiritualitas, hal ini dikenal sebagai disposisi batin.

Dalam hidup hanya ada dua hal yang terjadi pada kita yaitu baik atau buruk. Namun kita dapat mengatur berapa durasi kebaikan dan keburukan itu terjadi. Manusia dianugerahi akal budi sebagai bekal yang paling luhur dari Allah, jadi bila manusia mengalami hal buruk pasti akan ada upaya pencegahan agar tidak mengalaminya lagi. Sebuah kisah, seorang frater naik sepeda ke kampus dengan rute yang sama setiap harinya. Pada satu hari, frater tersebut tidak sengaja masuk lubang yang ada di tepi jalan raya. Pada hari kedua frater ketika melintas, ia menghindari lubang tersebut. Akal/otak manusia secara alami akan menuntun manusia tidak jatuh pada kesalahan yang sama.

Saudara-saudari terkasih, pada bacaan hari ini kisah perjalanan Paulus memberikan inspirasi bahwa anugerah/rahmat dari Allah selalu menuntun kita pada kebenaran (Kis 16:9). Kehendak bebas dan akal sudah semestinya diarahkan kepada kebenaran. Injil Yohanes menjelaskan bahwa penganiayaan terjadi karena tidak mengenal (ay 20). Dalam permenungan saya, penyalahgunaan kehendak dan akal juga terjadi karena tidak mengenal atau dapat juga kenal tapi acuh. Kita orang Kristen dianugerahi rahmat baptisan yang dapat mengenal Allah Bapa lewat kehadiran Yesus Kristus maka sudah semestinya kita menyadari penyalahgunaan yang pernah kita buat. Masa Paskah menjadi momen yang spesial untuk menyadari lebih dalam belas kasih Allah.

[Frater Petrus Damianus Kuntoro]

Bapa yang Maha-pengampun, belas kasih-Mu nyata bagi kami ketika Engkau mengampuni orang-orang yang telah menyalibkan Engkau. Kami mohon anugerahkanlah belas kasih-Mu, agar kam tidak jatuh pada kesalahan dan dosa yang sama serta tuntunlah kami untuk berusaha mengarahkan hati sepenuhnya kepada-Mu. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.