“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” Mat. 11:11-15

Kamis, 9 Desember 2021

PEKAN ADVEN II (U)

St. Fransiskus Antonius

Yes. 41:13-20;

Mzm. 145:1.9-13b;

Mat. 11:11-15

Hari ini kita mendengarkan kisah di mana Yesus menunjukan “kehebatan” dari Yohanes Pembaptis. Seperti yang telah kita ketahui Yohanes Pembaptis memulai pengajarannya dan karyanya sebelum Yesus. Namun yang menarik yang dapat kita lihat dari Yohanes ialah sekalipun ia memulai tugas pewartaan terlebih dahulu dari Yesus, ia tetap bersikap rendah hati dan menghormati Yesus lebih dari apapun. Tentu apa yang dilakukan Yohanes Pembaptis merupakan suatu contoh yang dapat kita tiru pada saat ini.

            Sebagai makhluk sosial kita berusaha menemukan eksistensi diri melalui relasi dengan sesama. Dalam menjalin relasi dengan sesama terdapat upaya menentukan “hierarki” dari beragam hal entah itu dari jabatan, kedudukan, status sosial, usia, dll. Tanpa disadari melalui penentuan “hierarki” tersebut kita kerap jatuh pada kesombongan dan keangkuhan pribadi. Kita kerap merasa menjadi pribadi yang paling superior ketimbang yang lain.

            Melalui Injil hari ini kita diingatkan agar menjadi pribadi yang mau mencontoh Yohanes. Menjadi pribadi yang rendah hati dan senantiasa menghargai segalanya tanpa memperdulikan latar belakang ataupun hierarki yang dimiliki seseorang.

            Menjadi pribadi yang rendah hati, menghargai sesamanya serta mau tampil apa adanya itulah contoh yang coba disampaikan Yesus melalui figur Yohanes Pembaptis yang merupakan figur yang senantiasa tampil apa adanya dan sederhana sekalipun sesungguhnya ia merupakan salah satu tokoh besar dalam Kitab Suci.

            Salah satu moto terkenal Yohanes Pembaptis ialah “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” Melalui apa yang disampaikan Yohanes kita dapat menjumpai bahwa menjadi kecil dan rendah hati merupakan suatu semangat yang perlu dimiliki oleh pengikut Kristus. suatu semangat yang senantiasa mengajak dan membentuk kita menjadi pribadi yang mampu menghargai dan menolong sesama tanpa melihat latar belakang yang dimiliki seseorang. Menjadi pribadi yang lebih manusiawi bagi sesama kita.

            Karenanya hari ini kita senantiasa diingatkan agar menjadi pribadi yang lebih dewasa. Menjadi pribadi yang mau unutk menerima sesama kita tanpa melihat latar belakang yang dimiliki seseorang, maupun tidak melihat segala kekurangan yang ada pada orang lain. Kita senantiasa diajak untuk melihat sosok Yang Ilahi dalam setiap orang yang kita jumpai setiap harinya. sehingga kita dapat menghidupi moto Yohanes Pembaptis “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” dalam hidup kita sehari-hari. Tuhan memberkati.

Fr. Dismas Aditya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!