St. Yosef: Model Kebapaan Allah

Sabtu, 19 Maret 2022

HR. St. Yosef, suami Maria

Bacaan I          : Yos. 5:9a.10-12;

Mazmur           : 34:2-3.4-5.6-7;

Bacaan II        : 2Kor. 5:17-21;

Bacaan Injil     : Mat 1:16. 18-21.24a

Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membesarkan dan bertanggung jawab atas anaknya agar kelak ia menjadi seorang manusia yang mampu hadir di dalam masyarakat. Hal itu pula yang dilakukan Santo Yosef sebagai orang tua yang bertanggung jawab atas anaknya, yaitu Yesus. Meskipun Yesus adalah seorang Putera Allah, namun ia tetap lahir dari seorang perawan Maria dan dibesarkan oleh orang tua sebagaimana manusia pada umumnya. Oleh karenanya sebagai seorang anak manusia; Ia juga memiliki sifat-sifat turunan maupun ajaran dari orang tua, yang akan Ia berikan kepada orang lain kelak.

Berdasarkan permenungan tersebut, tidak mungkin Yesus mengajarkan tentang “Bapa yang Baik” jika ia tidak mendapatkan kasih secara langsung dari sang bapa (St.Yosef). Di Kitab Suci juga tidak pernah dituliskan penyangkalan Yesus terhadap orang-orang yang menyebutnya sebagai putera Yusuf. Hal ini mengindikasikan bahwa Yesus mengakui dan menerima Yusuf sebagai ayahNya. Hal itu juga berarti terdapat pertalian khusus secara psikologis antara Yesus dan Yusuf. Yesus mengalami kebapaan Allah melalui relasi anak-bapak dengan Yusuf. PerjumpaanNya dengan Yusuf sebagai seorang anak, melimpah kepada pewahyuanNya mengenai Allah sebagai Bapa.  St.Yosef memiliki peranan yang sangat besar dalam menjadikan pribadi Yesus sebagai seorang manusia. Meskipun ia memiliki peran yang besar, namun ia tetap diam dan membiarkan dirinya menjadi seorang pelayan Yesus sebagai tokoh utama dari peristiwa penebusan manusia. 

Yesus yang adalah Putra Allah membutuhkan pendampingan Yusuf. Bagaimana dengan diri kita? Yesus semakin mengerti kasih seorang bapa karena Ia juga mendapatkan kasih yang serupa dari Yusuf. Oleh karenanya untuk semakin mengenal Bapa, pertama-tama dibutuhkan kesediaan untuk dibimbing oleh Roh Kudus, dengan meneladani semangat kebapaan Yusuf.

Fr. Gregorius Laurenzy Manek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses