Maria: Pribadi yang Low Profile

HARI RAYA KABAR SUKACITA

Bacaan Pertama            : Yesaya 7:10-14;8:10

Mazmur                        : Mzm 40:7-8a.8b-9.10-17

Bacaan Kedua               : Ibrani 10:4-10

Bacaan Injil                  : Lukas 1:26-38

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Maria menerima kabar dari Malaikat Tuhan. Kedatangan Malaikat Gabriel kepada Maria menjadi suatu pertanda baik yang tidak terduga. Peristiwa ini mengingatkan kita untuk tetap rendah hati dan bersyukur atas berkat-Nya. Maria yang dipilih untuk mewariskan takhta Daud oleh Tuhan Allah begitu sangat terkejut mendengar kabar tersebut. Namun, Maria menyadari bahwa dirinya tidak pantas dan berdosa dihadapan Allah sehingga dia merasa tidak mungkin takhta itu diwariskan kepadanya. Tetapi melalui kerendahannya, Allah tetap memilih dia sebagai pewaris yang suci dan tak bernoda.

            Saudara-saudari sekalian, kerendahan hati yang terlaksana dalam diri Maria patut menjadi teladan hidup kristiani. Bahkan tidak hanya Maria, tetapi juga Allah sendiri yang masih menjadikan kita anak-anak-Nya. Kita sebagai manusia yang memiliki banyak kesalahan, kejahatan, penindasan, dan dosa-dosa lainnya masih diterima dihadapan Allah sendiri. Betapa merendahnya Allah untuk tetap memilih kita sebagai pewarta kabar sukacita dan keselamatan. Jika melihat keadaan sekarang, kerendahan hati sudah menjadi hal yang jarang dan mahal untuk terlaksana dalam diri setiap orang. Ketika kita sudah memiliki jabatan, memiliki previlege, dan kesombongan lainnya, menyebabkan kita lupa identitas iman itu sendiri. Pada dasarnya memanglah setiap orang membutuhkan pengakuan publik, namun bukan berarti menjadikan kita angkuh, “saya sombong, maka saya ada”.

            Pengakuan yang mendasarkan pada kesombongan bukanlah suatu keutamaan yang mendekatkan diri pada iman kristiani, melainkan menjauhkan diri dari ajaran cinta kasih. Ketika kita sudah diliputi rasa akan keserakahan, keangkuhan, dan kepentingan pribadi yang merugikan orang lain menyebabkan diri kita tidak serupa dengan Allah dan Maria yang mampu menunjukkan kerendahannya. Maka saudara-saudari, di masa prapaskah yang penuh pertobatan ini marilah kita merefleksikan dan membangun kembali pribadi kita untuk semakin rendah hati. Sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. Kerendahan hati adalah bentuk penyangkalan diri yang ditunjukkan dengan sempurna oleh Yesus Kristus Putra Allah dan Bunda Maria yang kita rayakan hari ini.  

Fr Joel Roberto Dos Santos  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!