Bukan untuk Satu Titik tetapi Demi Satu Titik

Jumat, 22 April 2022

Oktaf Paskah

Kisah Para Rasul 4:1-12;

Mzm 118:1-2.4.22-24.25-27a;

Yohanes 21:1-14.

Saudara yang terkasih, menarik untuk merenungkan injil hari ini. Yesus Kembali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya untuk ketiga kalinya.         Apa yang menarik di sini? Kita akan mengetahui bahwa Yesus membantu para murid untuk menangkap ikan. Yesus tahu jika para murid belum mendapatkan ikan, maka Yesus meminta mereka untuk menebarkan jala dan mereka mendapat banyak tangkapan. Ketika itu para murid membutuhkan bantuan dan Yesus membantu mereka. Yesus tetap memperhatikan orang-orang yang dikasihi-Nya itu.

            Yesus membantu para murid menangkap ikan dan mereka memberikan ikan kepada Yesus untuk dimakan. Beruntung para murid hidup bersama dengan Yesus waktu itu. Mereka dapat membalas kebaikan Tuhan. Lantas bagaimana dengan masa sekarang? Ketika kita membutuhkan pertolongan Tuhan, Dia membantu. Ketika keadaan kita membaik dan ingin membalas kebaikan-Nya itu Tuhan telah bangkit dan tidak bersama dengan kita lagi. Bagaimana cara kita membalas-Nya?

            Sahabat Yesus sekalian, selama ini kita melakukan segala sesuatu yang baik untuk Yesus. Itulah kesalahan yang tidak kita sadari. Apa maksudnya? Kita akan terjebak pada semangat segala sesuatu untuk-Nya. Jika kita memakai istilah ‘untuk’ maka kita secara tidak sadar akan bersikap egois, yang terpenting Tuhan bukan sesama. Padahal Yesus ingin agar kita melakukan segala kebaikan ‘demi’ Dia bukan ‘untuk’ Dia. Jika kita melakukan kebaikan demi Dia, maka kita akan melihat kehadiran orang lain dalam hidup, kita mau menghargai orang lain. Satu-satunya cara membalas kebaikan-Nya adalah dengan membantu orang lain yang situasinya persis seperti kita dulu. Hal ini akan menyenangkan sosok yang tidak lagi hadir secara fisik bersama kita, yaitu Yesus. Oleh karena itu, marilah kita melakukan kebaikan bukan ‘untuk’ satu titik melainkan ‘demi’ satu titik, yaitu Yesus.

Fr Albertus Andre – Tingkat I

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses