Fun With Blessing: Ekaristi Kaum Muda

Sabtu, 14 Mei 2022 menjadi hari yang seru dan menyenangkan bagi kaum muda Paroki Santo Matheus, karena OMK merayakan Ekaristi kaum muda yang ketiga. Di EKMnya Matheus yang ketiga ini tema yang digagas adalah “FWB (Fun With Blessing)”. Seperti Namanya yaitu “Fun” berrati bersenang-senang dan “Blessing” yang artinya berkat, dan kalau disatukan berarti bersenang-senang dalam rahmat Tuhan. Tema itu pertama karena kami ingin mengambil dari singkatan-singkatan kata yang sedang hits saat ini, makna yang bisa diambil adalah mensyukuri kebersamaan kita OMK yang merupakan rahmat.

Misa dipimpin oleh Romo Arie Fefu selaku Romo pembimbing OMK dekenat utara. Dan dihadiri sekitar 60 Orang Muda Katolik St. Matheus, Paroki St. Paulus, dan Paroki BMR. Kami berharap untuk kedepannya semoga dapat menembus 100 kaum muda yang hadir.

Di EKM kali ini ada yang berbeda dan istimewa, karena kami menghadirkan sebuah drama singkat tentang saling mengasihi, sesuai dengan bacaan injil pada hari itu yaitu “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Para actor adalah ada Morris sebagai orang yang baik, orang yang berdoa dengan sangat khusuk, dan suka menolong, ada juga Marsel yang berakting sebagai orang yang cuek dan sombong, dan ada Nathan sebagai orang yang suka mengeluh lapar dan berpenampilan sangat kucel. Permainan dan penjiwaan yang sangat apik yang diperankan oleh para aktor ini. Semoga drama ini bisa jadi penyongsong, atau pendorong untuk teman-teman OMK untuk menunjukan skill yang memang belum pernah dikuasai. Semoga OMK kedepannya akan tetap menampilkan drama-drama yang seru, epic, dan yang pastinya harus mempunyai makna tersirat di dalamnya.

Untuk team koor, yang terus-terusan berlatih untuk menampilkan yang terbaik dengan suara merdunya. Memang meskipun hanya sekitar 15 orang yang ikut koor tapi yang dinilai disini bukan kuantitas, tapi seberapa konsistennya kita untuk terus ikut dalam latihan ini, agar apa yang sudah kita lakukan dengan keras akan terbayarkan nantinya. From us to us.

Untuk team Band Santo Matheus yang baru dibentuk beberapa minggu sebelum EKM seperti Two ‘D yang membawakan “Untitled”, Flobamora Band membawakan “Adoh Jangan Ganggu”, Aksara Band membawakan “Is it The Answer”, Para Sobat Kristus membawakan “Benci Untuk Mencinta”. Terima kasih karena sudah bikin acara pecah! Kalian berhasil membuat audience untuk ikut bernyanyi bersama. Big applause untuk semua band, tanpa live music rasanya acara akan terasa hampa. Band-band baru ini rutin berlatih, bahkan kami mengadakan gladi resik di h-1 acara sembari teman-teman yang lain mendekor. Ternyata setelah ditelusuri, banyak anak-anak yang lihai dalam bermusik, ini juga menjadi visi kepengurusan OMK untuk menggali skill anak-anak muda agar dapat berkarya tidak hanya di Gereja tapi di luar Gereja juga, sehingga dapat menjadi garam dan terang dunia.

Setelah misa, acara dilanjutkan dengan malam keakraban. Kami membagi kelompok menjadi lima dimana satu kelompok berisi sepuluh orang. Games seru banget karena gamesnya mudah, tapi butuh kekompakan, dan kefokusan dalam bermainnya. Permainan pertama adalah “Chabuchachacha”. Mereka harus meniru gerakan dari MC secara bergiliran (efek domino), dan semua orang dalam kelompok harus bergerak, jika tidak maka tidak mendapatkan poin. Puji Tuhan di game ini semua anak-anak bergerak dan tidak ada yang malu-malu kucing. Semua kelompok mendapatkan poin yang sama kecuali kelompok Calu, entah kenapa kelompok ini sulit untuk mendapatkan poin dan selalu gagal, nampaknya kurang fokus atau kepanasan sehingga tidak focus (situasi gerah), namun tidak mengurangi energi untuk bermain ya guys.

Di games kedua, games ringan tapi sulit hahaha. Nama permainannya yaitu “Matheus Spelling”, jadi cara permainannya itu setiap kelompok diminta untuk mengeja setiap kata dari kosa kata dari MC. Di game ini lucu banget sih, awalnya memang mereka bisa adem ayem banget mengejanya karena MC berkunjung ke tiap kelompok dan masih diberikan waktu untuk berunding, lalu setelah berunding mereka mengeja satu per satu dan berhasil. Tetapi ketika ada babak spontan untuk mengeja, peserta langsung ada yang pesimis, hopeless dan ada yang semangat juga. Di babak spontan ini semua kelompok tidak ada yang menang, walau sudah dikasih kosa kata yang mudah tetap saja mengejanya salah, lalu kelompok lain memberi ggangguan supaya mereka yang sedang bermain pecah fokus. Kelompok terus membuang-buang waktu yang banyak untuk mengeja kata-kata yang selalu salah (hahaha), tetapi akhirnya ada pemenangnya juga. Kelompok dua berhasil mengeja kata “menggembalakan” dan mendapatkan poin babak rebutan sebanyak 1500 poin dan keluar sebagai juara I.

Regina Irene (OMK Santo Matheus-Depok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!