Selasa, 31 Mei 2022
Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elizabet
Zef 3: 14 atau Rm 12: 9-16b
Yes 12: 2-3. 4bcd. 5-6; R:6b
Luk 1: 39-56
Manusia secara naluriah selalu membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Bagi Gereja Katolik, diri kita merupakan cerminan dari sosok Allah (imago Dei). Begitu pula dengan orang lain yang juga adalah imago Dei. Sebagai cerminan dari sosok Allah, kita dibawa kepada suatu pertanyaan reflektif “apakah kehadiran kita sungguh menampakan cerminan sosok Allah?”
Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabeth. Peristiwa itu terlihat sederhana dan bahkan biasa saja. Kunjungan seseorang ke rumah orang lain terlihat mudah dan sering kali sudah kita lakukan. Akan tetapi apa yang membedakan kunjungan Maria kepada Elisabeth sehingga Gereja Katolik menempatkan peristiwa ini sebagai Pesta yang dirayakan Gereja Katolik?
Peristiwa Maria yang mengunjungi Elisabeth tentu saja memiliki refleksi teologisnya sendiri. Akan tetapi, satu makna insipiratif dari peristiwa tersebut ialah sosok Maria sungguh menampakan wajah Allah dalam dirinya sehingga Elisabeth bergembira ketika Maria datang. Maria datang bukan dengan segudang harta, bukan pula dengan membawa berbagai hadiah bagi Elisabeth. Ia datang dengan membawa Tuhan dalam dirinya.Tuhan yang dihadirkan dalam dirinya membuat Elisabeth sontak bergembira dan bahkan bayi di dalam kandungannya turut melonjak kegirangan. (Luk 1:44) Oleh sebab itu, melalui Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabeth kita bersama-sama diajak untuk menghadirkan wajah Allah dalam diri kita sehingga kehadiran kita mampu menghadirkan sukacita bagi orang lain.
Fr. Tama

