Pemberkatan Saung dan Taman Doa Paroki Bunda Maria Ratu-Sukatani

KEUSKUPANBOGOR.ORG- Bertepatan dengan Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elizabeth sekaligus penutupan Bulan Maria (31/5/2022) di Paroki Bunda Maria Ratu-Sukatani, Uskup Keuskupan Bogor yaitu Mgr Paskalis Bruno Syukur memberkati Saung dan Taman Doa. Diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr Paskalis dan didampingi oleh RD Mikail Endro Susanto dan RD Dionysius Adi Tejo Saputro. 

Di dalam homili, Uskup Keuskupan Bogor menyampaikan harapannya bahwa semoga dengan tersedianya saung dan taman doa akan menjadi sebuah sarana dalam meneguhkan serta menguatkan iman kekatolikan yang para umat miliki. 

“Bukan hanya untuk diri kita, tetapi juga bagaimana kita bisa menyumbangkan sesuatu yang positif bagi bangsa dan lingkungan sekitar kita,” ucap Mgr Paskalis kepada umat Paroki Bunda Maria Ratu yang hadir. 

Mgr Paskalis pun menyampaikan tiga pokok pesan penting yang diambil pada Bacaan Injil pada hari ini untuk direnungkan bersama. Ketiga pesan tersebut adalah,

Pertama, Bunda Maria dan Elizabeth memberikan diri mereka seutuhnya untuk dapat bekerja bersama. Oleh karena itu Mgr Paskalis berharap agar kita semua dapat mempersembahkan diri pada karya besar Tuhan di tempat ini. 

Kedua, Siklus kehidupan akan terus berputar namun keinginan diri untuk mau memberikan makna dalam kehidupan ini dengan memberikan diri kepada Tuhan melalui karya-karya bersama di dalam Gereja yang berjuang ini seperti yang dilakukan Maria dan Elizabeth. 

Ketiga, Janganlah ragu berjalan bersama dengan Bunda Maria! Karena dengan berjalan bersama Maria, kita pasti akan sampai kepada Kristus. Maria akan mengantar kita kepada Kristus. Maka, menurut Mgr Paskalis, devosi-devosi kepada Bunda Maria perlu terus dilakukan dan dikembangkan secara beramai-ramai. Mgr Paskalis juga menyambut baik upaya para Pastor di Keuskupan Bogor yang memperindah taman-taman doa di parokinya masing-masing, karena itu disebut dengan pastoral jalan keindahan. Potensi-potensi menciptakan keindahan di paroki dapat digali dan terus dikembangkan. 

“yang terpenting adalah bagaimana kita mengekspresikan iman kita akan keindahan Tuhan dan salah satu caranya adalah mengembangkan talenta seni yang dimiliki. Bapa Paus dalam dokumen Evangelii Gaudium juga mengajak kita untuk menciptakan keindahan di sekitar kita,” tuturnya. 

Tak henti-hentinya Mgr Paskalis berpesan agar sarana saung dan taman doa dapat menjadi sebuah penguatan iman kekatolikan. Ia berharap agar saung yang berada di paroki ini dapat menjadi saung persaudaraaan atau media perjumpaan bagi siapa saja yang berkehendak baik. Begitupun dengan taman doa yang menjadi media dalam perjumpaan dengan Bunda Maria yang akan mengantarkan kita kepada Yesus Kristus. 

Setelah homili, Mgr Paskalis dan para Pastor memohon berkat Tuhan serta berdoa sebelum melakukan pemberkatan tabernakel dan seluruh area di gereja Paroki Bunda Maria Ratu. 

Perjalanan Bersama Membangun Tempat yang Layak 

RD Dionysius Adi Tejo Saputro selaku Pastor Paroki Bunda Maria Ratu-Sukatani dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh umat yang telah memberikan bantuan dalam pembangunan gereja, saung dan taman doa. Ia pun turut menceritakan bahwa ketika masih berstatus sebagai kuasi, keadaan lahan masih berupa rawa dan semak belukar. Saat cuaca hujan, kondisi lantai bangunan ibadah harus dibersihkan terus menerus karena terkena cipratan air hujan yang menyebabkan becek dan kotor. 

“Saya bersama Dewan Keuangan dan Dewan Pastoral Kuasi bersama-sama berpikir serta bekerjasama untuk membenahi dan mengoptimalkan lahan yang ada. Maka dimulai dengan membuka jalan dan sedikit demi sedikit membenahi lahan yang ada. Kemudian bersama-sama menciptakan tempat yang layak untuk berdoa dan berkumpul bersama. Tempat ini sudah baik dan sudah layak untuk digunakan sebagaimana mestinya” tutur Pastor yang ditahbiskan pada 4 Agustus 2009 ini. 

Umat Sambut Pemberkatan Saung dan Taman Doa Dengan Sukacita 

Lantunan lagu Magnificat Anima Mea Dominum mengiringi pemberkatan saung, jalan salib dan taman doa. Kelap-kelip cahaya lampu yang dinyalakan oleh umat menyemarakan suasana malam ini. Mgr Paskalis pun mengajak umat untuk mendoakan tiga kali Salam Maria. 

2 thoughts on “Pemberkatan Saung dan Taman Doa Paroki Bunda Maria Ratu-Sukatani

  1. Ronald says:

    Terimakasih Romo Joned dan Tim Komsos Keuskupan Bogor atas liputannya. Kami warga Paroki Bunda Maria Ratu sungguh merasakan suasananya.

    • PGP Banthoro says:

      Makan batagor minum jus markisa
      Karya tim komsos keuskupan memang luar biasa👍👍🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!