Individual vs Beserta

Loading

Selasa, 5 Juli 2022

Hari Biasa Pekan XIV

Pf S. Antonius Maria Zaccaria, Imam

Bacaan I     : Hos 8:4-7.11-13

Mazmur      : Mzm 115:3-4.5-6.7ab-8.9-10

Injil             : Mat 9:32-38

tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.

Suatu hari, ada 2 orang pemuda yang ingin menjalani sebuah tes. Orang yang pertama, ia dikenal dalam bidang pendidikan sangatlah berprestasi atau pintar. Orang yang kedua, ia dikenal sebagai orang yang biasa saja. Ketika tes dimulai, orang yang pertama dengan begitu antusias melihat dan memperhatikan soal yang diberikan, lalu dengan begitu semangat langsung mengerjakan soal tersebut. Sedangkan orang yang kedua, ketika soal diberikan, ia langsung meluangkan waktu untuk meminta berkat dan pertolongan Tuhan dalam doa. Setelah berdoa, ia mengerjakan soal-soal dengan baik. hal hasil, pekerjaan mereka dimenangkan oleh orang yang ke-dua.

Saudara saudari, dalam kehidupan kerap kali keputusan atau kelakuan yang kita lakukan spontan dilaksanakan. Kita selalu mengandalkan kemampuan yang kita miliki. Terkadang kita sebagai manusia memiliki batas kemampuan. Kita kerap kali “individualis” dalam mengerjakan segalanya. Orang yang pertama kerap kali menjadi gambaran ketika kita mengetahui sebenarnya didepan mata kita. Dengan begitu cepat mengandalkan kemampuan yang kita miliki. Bacaan Injil mengisahkan tentang pengusiran Roh Jahat. Era sekarang, roh jahat bukan semata tentang roh yang dikenal (roh halus). Kita dapat melihat banyaknya tantangan menjadi roh jahat. Pekerjaan yang dilakukan dengan sendiri, ada kemungkinan membuat kita kelelahan untuk menghadapinya.

Saudara yang terkasih, banyak pekerjaan, pelayanan, kegiatan yang kita hendak lewati. Kita kerap kali memiliki banyak tujuan atau pencapaian yang tinggi. Akan tetapi, kehidupan di dunia, kita bukanlah orang yang hidup sendiri. Kita memiliki batasan untuk berjuang. Tuaian yang ada, kita dapat dianalogikan sebagai tujuan kita. Sedangkan pekerjaan, kita dapat menganalogikan sebagai kekuatan kita dalam mencapainya. Maka, pertolongan ataupun kekuatan ini hendaknya kita tambah dengan pertolongan kekuatan dari Tuhan untuk mencapai tujuan yang melimpah itu. Semoga kita senantiasa berserah kepada Tuhan dalam menuai atau mencapai tujuan kita. “Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”(Mat 9:38) Kita meminta kepada Tuhan yang empunya kehendak untuk kita yang punya rencana.

Fr. Egia Andika Surbakti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks