Berbagai Bentuk Ungkapan Cinta

Jumat, 29 Juli 2022

Hari Biasa, Pekan Biasa XVII

PW S. Marta, Maria, dan Lazarus

Bacaan Pertama : 1 Yohanes 4:7-16

Mazmur Tanggapan : 34:2-3.4-5.6-7.8-9.10-11

Injil : Yohanes 11:19-27

Suatu perasaan yang dimiliki manusia tentunya merupakan anugerah yang diperoleh setiap insan manusia. Entah dikatakan itu adalah perasaan yang memberikan kegembiraan hati maupun sebaliknya, atau perasaan yang membuat bergelora dari dalam diri atau sebaliknya. Berbagai pengalaman untuk “merasakan” ini disadari atau tidak merupakan suatu bentuk pemberian yang sifat unik, original dan personal. Selalu tidak sama setiap insan merasakan pengalaman ini. Berbeda rasa, berbeda insan, berbeda pula bentuk mengekspresikannya. Setiap manusia dengan ke-unikan dan ke-originalannya memberikan berbagai macam cara yang unik dan berbeda pula dalam mengekspresikan perihal yang dialaminya. meski dikatan seseorang jatuh cinta, namun cara mengekspresikan cinta ini tentu tidak serupa satu dengan yang lainnya.

Saudara dan saudari yang dikasihi dalam Yesus Kristus, bacaan pada hari ini menggambarkan bahwa bagaimana Marta dan Maria yang merupakan saudari kandung mengekspresikan bentuk ungkapan cinta mereka dengan cara yang berbeda. Marta yang dapat dikatan dengan cara suatu tindakan praktis. Bagaimana Marta terus menerus melayani dan selalu sibuk memperhatikan segala sesuatu agar tidak kekurangan suatupun. Bukanlah suatu perkara yang mudah dan ringan untuk melayani sedemikian rupa. Dilain pihak, Maria saudari Marta duduk dan mendengarkan pengajaran-pengajaran yang diberikan. Perlu diingat bahwa pada masa itu hanya kaum laki-laki saja yang biasanya duduk dan mendengarkan pengajaran-pengajaran sedangkan kaum perempuan mendengarkan dari kejauhan atau bersiap di dapur. Karena rasa cintanya, Maria berani untuk tampil berbeda, melawan kebiasaan yang ada pada masa itu. Hal ini ia lakukan sebagai suatu bentuk ekspresi dari dirinya.

Saudara dan saudari yang dikasihi dalam Yesus Kristus, menjadi berbeda bukanlah suatu hal yang perlu ditutupi. Ingatlah bahwa setiap manusia diciptakan dengan keunikannnya tersendiri. Demikian pula dalam bentuk mengungkapkan sesuatu. Adakah dalam bacaan ini Yesus menegur Marta dengan keras dan menyatakan ia salah bersikap demikian? Adakah Yesus memuji dan meninggikan atas apa yang diperbuat Maria? Tanpa perlu menyalahkan dan membenarkan, hari ini kita semua diajak untuk melihat bahwa ada banyak sekali cara untuk mengungkapkan rasa cinta yang dimiliki. Tidak terpaku hanya pada satu cara saja, melainkan ada banyak cara untuk mengungkapkan dan menjadi unik.

Fr. Yohanes Steven Ageng Wicaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!