Peran, Percaya, dan Kasih

Loading

Jumat 16 September 2022

Peringatan Wajib St. Kornelius, Paus dan St. Siprianus

Bacaan Pertama: 1 Korintus 15:12-20

Mazmur Tanggapan: Mzm. 17:1.6-7.8b.15

Bacaan Injil: Lukas 8:1-3

Dalam peziarahan hidup manusia tentunya tidak lepas dari peran sesama dalam kehidupan. Sesama memiliki andil yang cukup besar dalam menjalankan roda kehidupan seperti meyediakan pekerjaan, sandang-pangan, transportasi, dan sebagainya. Peran sesama merupakan bentuk kasih yang dimiliki manusia secara nyata, tanpa adanya kasih manusia tidak akan secara nyata mengambil peran tersebut. Manusia juga tidak luput dari perannya sebagai perantara Allah dengan bumi. Kehadiran manusia memberikan suatu dorongan naluri Allah untuk menciptakan bumi yang seturut dengan kehendak-Nya. Akan tetapi, dorongan Allah itu pula harus disertai dengan kepercayaan manusia kepada karya Allah. Kepercayaan manusia akan karya Allah menjadi suatu tindakan awal dalam proses keselamatan manusia.

Dalam Injil Lukas, kita telah melihat bahwa Yesus menyembuhkan para wanita yang diserang roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit. Kisah ini mengingatkan kita pula untuk percaya kepada karya Allah yang senantiasa hadir di dalam diri Yesus. Para wanita dapat sembuh karena percaya akan adanya karya Allah dan sembuhlah mereka. Dalam kehidupan kita sehari-hari terkadang kita merasa putus asa, terasingkan, bahkan merasa diri kita tidak layak untuk hidup. Dalam keterpurukan ini tentunya sebagai orang beriman kita perlu untuk semakin percaya dan berdoa kepada Allah. Banyak gelombang kehidupan yang tidak dapat kita reda dengan tangan kosong, kita perlu bantuan Allah sebagai penopang dalam menghadapi gelombang tersebut.

Saudara-saudari yang terkasih, peran Allah dan sesama merupakan titik temu kesatuan Gereja. Allah sebagai penyelenggara-Nya memberikan kepercayaan kepada sesama untuk menyebarkan cinta kasih dan sesama sebagai perantara-Nya memberikan cinta kasih kepada kita untuk semakin mencintai dan percaya kepada Allah. Maka disitulah kesatuan Gereja universal akan menjadi kunci gerbang keselamatan umat manusia di akhir peziarahan kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Enable Notifications OK No thanks