Sebuah Ban Sepeda Motor Yang Bocor

Loading

Senin, 17 Oktober 2022

Peringatan Wajib St. Ignatius dari Antiokhia

Bacaan I          : Ef 2: 1-10

Mazmur           : 100: 2, 3, 4, 5

Bacaan Injil     : Luk 12: 13-21

“Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri tetapi tidak kaya di hadapan Tuhan”

            Saudara-saudari yang terkasih, pernahkah kita berrefleksi bahwa hidup manusia layakan sebuah ban sepeda motor yang bocor. Seperti sebuah ban sepeda motor yang bocor, entah mau diisi angin berapa kali hasilnya akan tetap sama. Ban yang bocor tersebut menjadi analogi hidup kita. Hidup kita tidak pernah mencapai kata puas khususnya akan harta dunia. Kita selalu berhasrat untuk mendapatkan yang lebih, lebih dan lebih.  Hasrat kita nampaknya tidak akan pernah puas dengan harta duniawi yang kita miliki saat ini. Apa yang menyebabkan hidup kita tidak pernah sampai puas terutama ketika kita berbicara tentang harta duniawi?

            Bacaan Injil hari ini menggambarkan situasi ketamakan dengan menarik. Ketamakan dalam Bacaan Injil hari adalah penyebab bocornya ban sepeda motor. Ketamakan dalam Bacaan Injil digambarkan melalui  kisah seorang kaya yang menyelamatkan harta-hartanya. Akan tetapi, orang tersebut lupa untuk menyelamatkan jiwanya. Situasi ironis tersebut dapat menjadi gambaran kehidupan kita sehari. Seringkali kita lupa untuk menumpuk harta surgawi bagi diri kita. Kita hanya terus menerus mengusahakan harta duniawi dengan berbagai macam cara. Berbagai macam cara inilah yang mewujudkan dosa-dosa yang didasari oleh dosa pokok yaitu ketamakan. Oleh karena itu. Ketamakan kita lah yang menjadikan hidup kita layaknya ban sepeda motor yang bocor dan terus menerus di isi angin.

            Saudara-saudari, Yesus tidak membeci orang kaya dan Yesus tidak membenci harta duniawi. Yesus mengajarkan kepada kita untuk menjadi harta duniawi yang kita miliki sebagai sarana untuk memperoleh harta surgawi. Melalui harta duniawi yang tidak akan pernah memuaskan kita, Yesus mengajak kita untuk dengan arif mengusahakan harta dunia dan tidak lupa mengusahakan harta surgawi. Berbagai macam cara dapat kita lakukan untuk menjadikan harta duniawi sebagai sarana untuk memperoleh harta surgawi. Kita dapat melakukannya melalui tindakan bersedekah atau berdonasi kepada orang lain. Dengan sifat arif dan bukan dengan sifat tamak, hidup kita bukan lagi layaknya sebuah ban bocor. Namun, menjadi permenungan kita bersama hari ini “apakah kita mau untuk mengusahakan harta surgawi?”

Fr. Vincent Pratama Duslam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!