Pribadi Sebagai Manifestasi Kerajaan Allah

Loading

Selasa, 25 Oktober 2022

Bacaan Pertama: Efesus 5: 21-33.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 128: 1-2, 3, 4-5.

Bacaan Injil: Lukas 13: 18-21

            Saudara-saudari yang terkasih, sebagai manusia tentunya kita akan mengalami pertumbuhan, entah secara jasmani maupun rohani. Hal tersebut terjadi seiring bertambahnya usia kita di dunia ini. Namun demikian, usia bukan menjadi satu-satunya patokan seseorang mengalami pertumbuhan atau perkembangan. Seseorang dikatakan bertumbuh ketika dalam dirinya dilihat ada sesuatu yang berbeda dari biasanya. Dengan kata lain, perubahan menjadi ciri utama pertumbuhan. Perubahan memang dipahami tidak selalu ke arah yang positif. Kendati demikian, berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan, perubahan selalu menampilkan hal-hal yang positif pula.

            Seseorang dapat mengalami perkembangan jika merasa dirinya berada di tempat dan situasi yang tepat, atau berada dalam situasi yang memaksa dirinya untuk berkembang. Seringkali kita menyadari bahwa kita mengalami perubahan, yaitu semakin berkembang dari hari ke hari. Namun demikian, perubahan seperti apa yang kita sadari? Sudahkah perubahan tersebut kita sadari sebagai bagian dari kasih Tuhan? Atau justru kita mengakui bahwa perkembangan-perkembangan yang terjadi dalam hidup kita adalah murni atas usaha kita sendiri?

            Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, melalui Injil pada hari ini kita semakin disadarkan bahwa Kerajaan Allah tidak seabstrak sebagaimana yang kita pikirkan, melainkan Kerajaan Allah justru terdapat dalam masing-masing diri kita. Singkatnya, kepribadian kita menjadi gambaran Kerajaan Allah. Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi membawa kita pada pemahaman bahwa ciri Kerajaan Allah adalah mengalami perkembangan dan menjadi tempat berlindung dan bercengkrama. Kiranya kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat, senantiasa membawa perubahan dan menjadi Kerajaan Allah yang nyata dalam dunia ini.

Fr. Rein Venareal Simatupang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!