Sabtu, 5 November 2022
Hari Biasa, Pekan Biasa XXXI
Bacaan 1: Flp. 4:10-19;
Injil: Luk. 16:9-15.
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” ( Luk 16:10)
Suatu ketika ada seorang anak bernama Jo yang selalu mendapat nilai buruk di sekolah. Ia kesulitan memahami materi yang diberikan oleh gurunya, terutama mata pelajaran Matematika. Sudah beberapa kali gurunya mengingatkan untuk meningkatkan nilainya bila hendak melanjutkan jenjang sekolah. Jo pun berusaha dengan belajar bersama teman-teman yang lainnya, mengulang kembali pelajaran yang ia dapat di sekolah, hingga perlahan nilainya mulai meningkat.
Saudara-saudari terkasih, ketekunan merupakan hal yang penting. Kata tersebut dapat disejajarkan dengan setia, rajin, ulet, dan lainnya. Konsistensi adalah inti dari kata ketekunan, yang artinya selalu melakukannya walau hasilnya tidak secara signifikan nampak. Jo berusaha untuk belajar, walau ia sendiri kesulitan dalam memahami materi. Namun, usaha tidak pernah mengkhianati hasil, walaupun butuh waktu lama untuk mencapainya.
Inilah ironi kita yang selalu ingin cepat dan mudah. Proses tidak dapat dipersingkat ataupun dipotong dengan mudah untuk hasil yang maksimal. Yesus menekankan bukan hanya kesetiaan, tapi juga kecerdikkan dengan memanfaatkan mammon untuk membangun kinerja baik. Kesetiaan yang didukung oleh semangat percaya akan menghasilkan buah yang berlimpah, sebagaimana Paulus menawarkan kepercayaan pada Tuhan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”. Maka, mari kita percaya pada usaha yang kita lakukan, sekecil apapun itu, dengan harapan akan hasil yang berbuah bagi Tuhan dan sesama.
Fr. Gregorius Bryan Edgar

